Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Terhalang Mendung, Hilal di UIN Walisongo Semarang Masih Sulit Terpantau Sore Ini

Peluang terlihatnya hilal dalam pemantauan rukyatul hilal di kawasan UIN Walisongo, Kota Semarang, diperkirakan kecil pada Kamis (19/3/2026).

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
RUKYATUL HILAL - Tenaga teknisi Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Ihsan Mahendra saat melakukan pengamatan rukyatul hilal. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Peluang terlihatnya hilal dalam pemantauan rukyatul hilal di kawasan UIN Walisongo, Kota Semarang, diperkirakan kecil pada Kamis (19/3/2026).

Tenaga teknisi Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Ihsan Mahendra, menyebutkan berdasarkan hasil perhitungan astronomi, posisi hilal saat ini masih berada di bawah kriteria visibilitas yang ditetapkan.

Ia menjelaskan, ketinggian hilal saat ini tercatat sekitar 1 derajat 12 menit 11 detik, atau masih di bawah ketentuan minimal 3 derajat dengan elongasi 6 derajat.

Baca juga: Kamis Sore Nanti di UIN Walisongo Semarang, Pemantauan Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H

“Untuk saat ini ketinggian hilalnya masih sekitar 1 derajat lebih, jadi ada kemungkinan besar hilal tidak terlihat,” ujarnya.

Selain faktor ketinggian, kondisi cuaca juga menjadi kendala. 

Hingga sore hari, langit di wilayah Semarang terpantau mulai berawan, yang berpotensi mengganggu proses pengamatan.

Tak hanya itu, kondisi geografis di sekitar lokasi pengamatan turut memengaruhi visibilitas hilal. 

Bagian ufuk barat di lokasi observatorium diketahui tertutup oleh perbukitan, sehingga mempersempit sudut pandang pengamatan.

Baca juga: Jelang Rukyatul Hilal 1 Syawal, Kemenag Pati: Secara Hisab Kecil Kemungkinan Hilal Terlihat

Menurut Ihsan, jika ketinggian hilal berada di atas 3 derajat, peluang untuk terlihat akan lebih besar. 

Namun dengan kondisi saat ini, baik dari aspek astronomi maupun cuaca, kemungkinan hilal teramati sangat kecil.

“Ada beberapa faktor, pertama cuaca yang mulai mendung, kedua ufuk tertutup bukit, dan yang ketiga posisi hilal yang terlalu rendah,” jelasnya. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved