Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Masih Jadi Primadona, Kunjungan Wisatawan di Kota Lama Semarang Naik 24,7 Persen

Kawasan Kota Lama disebutkan masih menjadi magnet utama pariwisata di Jawa Tengah selama masa libur Idul Fitri 1447 Hijriyah atau Lebaran 2026.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
ILUSTRASI - Suasana Kota Lama Semarang, belum lama ini. Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kawasan Kota Lama disebutkan masih menjadi magnet utama pariwisata di Jawa Tengah selama masa libur Idul Fitri 1447 Hijriyah atau Lebaran 2026.


Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, gelombang kedatangan wisatawan domestik ke Ibu Kota Jawa Tengah, khususnya di kawasan Kota Lama, mencapai 222.856 jiwa sejak H-7 hingga H+4 Lebaran (13-25 Maret 2026).


"Angka kunjungan ke Kota Lama ini melonjak signifikan sebesar 24,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu yang tercatat sebanyak 178.683 jiwa.

Pertumbuhan ini merupakan bukti bahwa Kota Semarang kini telah bertransformasi menjadi kota destinasi pariwisata," katanya dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).


Menurut Agustina, angka tersebut menempatkan Kota Semarang sebagai salah satu pilar utama penggerak pariwisata di Jawa Tengah.

Secara khusus, kawasan Kota Lama menunjukkan daya tarik dengan tercatat sebagai destinasi yang memiliki volume kunjungan tertinggi.


Ia menambahkan, tingkat kunjungan ini juga berbanding lurus dengan tingkat hunian kamar hotel atau okupansi yang mencapai puncaknya di angka 95,53 persen pada hari ke dua Lebaran.

Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Sabtu 28 Maret 2026, 5 Jenis Naik


Menurutnya, data tersebut menunjukkan wisatawan tidak hanya datang untuk melintas, tetapi juga memilih untuk menetap dan menikmati suasana ibu kota Jawa Tengah.


Meskipun mencatatkan peningkatan, Agustina mengakui masih ada sejumlah catatan evaluatif bagi Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang.


"Kami menyadari masih ada kepadatan arus pengunjung dan kendala parkir di titik-titik tertentu, terutama di kawasan Kota Lama.

Ini menjadi fokus evaluasi kami agar ke depan distribusi wisata lebih merata.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius bagi kami untuk memperketat SOP mitigasi bencana dan penyediaan fasilitas peneduh (shelter) yang lebih memadai di objek wisata _outdoor_," lanjutnya.


Pasca-Lebaran, lanjutnya, Pemkot Semarang berupaya menjaga momentum kunjungan agar tetap stabil melalui penguatan destinasi unggulan dan penyelenggaraan kalender event yang lebih beragam.


Strategi ke depan mencakup revitalisasi kawasan serta peningkatan kualitas pengalaman wisata atau _experience-based tourism_ melalui festival kuliner dan atraksi rutin berbasis komunitas.


Wali Kota juga menekankan keberlanjutan sektor pariwisata ini menuntut sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved