Jawa Tengah
"Yang Bisa Gowes Silakan Gowes" Wali Kota Semarang Tanggapi Imbauan Gubernur Jateng
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti merespons wacana penghematan energi yang digaungkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti merespons wacana penghematan energi yang digaungkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Agustina menyatakan, Pemerintah Kota Semarang saat ini masih menunggu surat resmi terkait kebijakan tersebut.
Jika sudah menjadi instruksi, menurutnya pihaknya akan melaksanakan.
"Kita tunggu suratnya. Kalau itu merupakan perintah ya kita laksanakan," kata Agustina, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Cemas Harga BBM Melambung, Rahmanto Buru-buru Isi Full Tank di SPBU Brangsong Kendal
Baca juga: 684 Petasan dan 76 Balon Udara Disita Polisi saat Syawalan di Pekalongan
Seperti diketahui, Ahmad Luthfi meminta para Bupati dan Wali kota serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan penghematan energi sebagai respon atas instruksi pemerintah pusat yang menyiapkan skema penghematan energi nasional di tengah kecamuk perang di Timur Tengah.
Luthfi menyiapkan langkah ekstrem soal penghematan energi, di mana Pemprov bakal meminta para jajaran Bupati, Wali kota, dan ASN untuk berangkat kerja naik sepeda atau transportasi umum. Bahkan, Luthfi menyediakan opsi untuk berangkat kerja sambil berlari.
Merespon hal itu, Agustina menyatakan jika kondisi tiap pegawai berbeda.
Agustina pun menyampaikan pilihan pribadinya dalam merespons wacana tersebut.
"Bagi teman-teman yang bisa gowes silakan gowes. Kalau saya, tak numpak 'naik' sepeda motor aja kali ya? Sepeda listrik," ucap Agustina dengan nada ringan.
Menurut Agustina, kebijakan penghematan energi sebaiknya difokuskan pada pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sehingga berbagai opsi, termasuk WFH, transportasi umum, maupun kendaraan listrik, dapat dipertimbangkan sesuai kondisi di lapangan.
Ia juga menyebut jika tidak semua ASN memiliki jarak tempuh yang ideal untuk bersepeda.
Bahkan, ia sempat berkelakar soal sulitnya pulang jika berangkat gowes dari rumah ke kantor yang cukup jauh.
"Yang rumahnya dekat-dekat sih iya. Kalau aku, rumahku di Banyumanik. Terus kantor aku di (jalan) Pemuda. Aku disuruh naik sepeda ya bisa turun, pulange piye? 'pulangnya bagaimana?" katanya mengundang tawa.
Dia menyebut, kebijakan seperti Work From Home (WFH) atau bahkan Work From Anywhere (WFA) sebaiknya dilihat sebagai alat untuk efisiensi energi, bukan sekadar tren kerja fleksibel.
"Intinya sebenarnya bukan WFH-nya. Intinya adalah efisiensi untuk bahan bakar. Itu yang nanti akan kita declare, kita rapatkan yang mungkin mengurangi jumlah bahan bakar yang selama ini dianggarkan untuk berapa tahun ini."
"Intinya adalah mengurangi BBM," karena ini yang mencemaskan itu kan BBM," terangnya.
Ia menyebut, bekerja tidak harus selalu dari kantor, selama target tetap tercapai dan konsumsi BBM bisa ditekan.
"Mengurangi BBM itu boleh tidak ke kantor atau pergi ke kantor tanpa menggunakan fasilitas BBM," tambahnya.
Di sisi lain, terkait apakah Pemkot akan memberlakukan naik BRT seminggu sekali seperti saat kepemimpinan Hendrar Prihadi, pihaknya menyebut masih ada tantangan seperti ketepatan waktu dan kepadatan penumpang.
"Ya, kalau BRT-ne datangnya tidak tepat waktu kok wes sesak malah repot. Tapi yang jelas, harus ada satu hari harus tidak pergi ke kantor tapi tetap bekerja," imbuhnya. (idy)
| "Harapannya Tak Mengganggu Pelayanan" Dana TKD Untuk Kabupaten dan Kota di Jateng Turun Rp 7 T |
|
|---|
| Taj Yasin Dituding Lakukan Sabotase Organisasi PPP |
|
|---|
| Bawaslu Jateng: 256.325 Pemilih Baru Berhasil Dimasukkan ke Dalam Daftar |
|
|---|
| Lapangan Kerja Pemandu Gunung di Jateng Jadi Incaran |
|
|---|
| Pemprov Jateng Perkuat Sinergi Pelaku Ekraf di Ajang KaTa Kreatif 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/RESPON-IMBAUAN-GUBERNUR-Wali-Kota-Semarang.jpg)