Jawa Tengah
Lapangan Kerja Pemandu Gunung di Jateng Jadi Incaran
Peluang kerja menjadi pemandu gunung mulai banyak dilirik oleh para pencari kerja.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah , Ahmad Aziz mengatakan, peluang kerja menjadi pemandu gunung mulai banyak dilirik oleh para pencari kerja.
Hal itu terlihat saat kesempatan pelatihan pemandu gunung dibuka di Balai pelatihan Kerja (BLK) 1 Semarang jumlah pendaftar membludak hingga 400 orang.
Padahal, pendaftaran hanya dibuka dengan kuota sebanyak 16 orang.
"Yang daftar sampai 400an orang, ternyata potensinya tinggi," jelas Aziz, Sabtu (18/4/2026).
Tingginya pendaftar , lanjut Aziz, terjadi karena peluang kerja menjadi pemandu gunung cukup menjanjikan di Jateng. Wilayah ini, memiliki setidaknya 19 gunung favorit pendaki baik pendaki lokal, nasional hingga mancanegara. Data yang dikantongi pihaknya, jumlah pendaki di Jateng mencapai 500 ribu orang pertahun.
"Paling potensial pemandu gunung yang melayani turis asing, tiga pemandu sekaligus bisa disewa untuk porter, penerjemah dan satu pemandu," bebernya.
Peluang kerja pemandu gunung terus berkembang juga tidak lepas dari kegiatan pendakian yang menjadi tren di kalangan anak muda. Menurut Aziz, sejumlah sekolah tingkat SMA juga banyak membentuk kelompok pendaki. Tren tersebut didukung pula oleh kondisi alam Jateng yang memiliki banyak gunung tujuan pendaki.
"Setiap gunung memiliki karakteristik masing-masing, budaya masyarakatnya juga berbeda, itulah yang menjadi daya tarik dan daya jual," terangnya.
Pihaknya dalam memberikan pelatihan pemandu gunung bekerja sama dengan Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia. Aziz berharap, pelatihan ini bisa mendorong kebutuhan pemandu gunung di Jateng terpenuhi sehingga para pendaki bisa menggunakan jasa mereka demi keselamatan dalam pendakian.
Pelatihan Industri
Aziz mengatakan, Disnakertrans Jateng memiliki empat Balai Latihan Kerja (BLK) UPTD meliputi BLKI Cilacap, BLK Pertanian dan Transmigrasi Klampok Banjarnegara, BLK Semarang 1, dan BLK Semarang 2.
BLKI Cilacap memberikan pelatihan kebutuhan industri seperti las, otomotif, pertukangan, kelistrikan, dan lainnya.
BLK Pertanian dan Transmigrasi Klampok membuka pelatihan menyangkut pertanian dan perikanan.
BLK Semarang 1, melayani pelatihan pada kejuruan pariwisata, pemandu gunung, barista, dan tata laksana rumah tangga.
BLK Semarang 2, fokusnya pada pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha
Menurut Aziz, output pelatihan tersbeut ada dua hal yaitu berwirausaha dan memenuhi permintaan industri.
"Untuk kebutuhan industri kami salurkan melalui forum koordinasi lembaga pelatihan dengan industri atau FKLPID," ungkapnya. (Iwn)
| Pemprov Jateng Perkuat Sinergi Pelaku Ekraf di Ajang KaTa Kreatif 2026 |
|
|---|
| "Penghematannya Sedikit" Alasan Pemkab Magelang Tak Terapkan Kebijakan WFH Ala Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Ibu Hamil, Menyusui dan Lansia Dapat Jatah MBG, Lima Kali Dalam Seminggu |
|
|---|
| Daftar Kota dan Kabupaten Jateng Paling Maju Tingkat Nasional Versi BRIN |
|
|---|
| Kredit Perbankan Jateng Tertekan, OJK Waspadai Dampak Global dan Lonjakan NPL UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260326-_-Kepala-Disnakertrans-Jateng-Ahmad-Aziz.jpg)