Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Pemilik Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang Tak Boleh Gunakan APAR, Pertamina Buka Suara

Beredar video viral di media sosial seorang pria yang berusaha memadamkan kendaraan yang terbakar di area SPBU Sriwijaya Semarang.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa
TANGKAP LAYAR - Video viral yang memperlihatkan kendaraan yang terbakar di areal spbu sriwijaya semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beredar video viral di media sosial seorang pria yang berusaha memadamkan kendaraan yang terbakar di area SPBU Sriwijaya Semarang menggunakan kain hitam yang sudah basah.

Video tersebut berdurasi 27 detik, yang memuat tulisan kronologi kejadian sebagai berikut : 

Maaf ya gabisa bales satu-satu, yang tanya kenapa kok jahat pom-nya ini kujelasin kronologinya.

Jadi waktu habis isi bensin, motor saya keluar api. Mungkin konslet di pengapian/kelistrikan. 

Baca juga: Link Live Streaming Mallorca vs Real Madrid, Momentum Mengejar Barcelona

Baca juga: "Tak Bisa Seperti Pemadam Kebakaran" Gubernur Jateng Beri Arahan Penanganan Banjir Demak

Nah saya lari ke orang pom, mohon agar dipadamkan menggunakan APAR, tetapi pihak pom tidak boleh dengan alasan mahal alias dipersulit.

Padahal apar itu gak seberapa harganya, lebih baik kehilangan 1–2 jt daripada harus ilang 14 jt. 

Nah saya padamkan sendiri tanpa bantuan mereka. Gak ada yang mendekat, malah mereka bilang jauhin motornya dari pom sambil ditarik.

“Kalau bahaya kenapa enggak dipadamkan?” Padahal itu tanggung jawab pom, karena secepat mungkin kalau ada api pihak pom harus memadamkan.

Warga yang di situ pun ikut teriak, “Gunane apar iku ngopo, opo aneh.”

Setelah itu pihak pom telepon manajer. Setelah tinggal rangka dan hangus baru apar dipake. Kok enggak dari tadi, nurani aja.

Singkat cerita, pihak polisi datang karena ada laporan warga. Nah saya ditanya-tanya, dan polisi ngasih solusi buat laporan ke polsek terdekat. 

Pihak pom akan kena karena mempersulit. Ngawur orang di pom, lihat tok tanpa bantuin atau usaha.

Kalau saya tahu, pasti saya padamkan langsung tanpa basa-basi kata polisi.

Ya mungkin kalau dari saya ikhlas, tapi untuk kata-kata pihak pom menyakitkan sekali. 

Gak ada hati nurani atau inisiatif bantuin. Udah ikhlas tapi gak bakal lupa sama kejadian ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved