Berita Semarang
Heboh SPBU Sriwijaya Semarang Larang Motor Terbakar Pakai APAR Karena Mahal, Ini Akhir Ceritanya
Polemik insiden motor terbakar di SPBU Sriwijaya, Semarang, pada Jumat (3/4/2026) mulai menemui titik terang.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Polemik insiden motor terbakar di SPBU Sriwijaya, Semarang, pada Jumat (3/4/2026) mulai menemui titik terang.
Pemilik kendaraan, Chiko Relisviano, menyebut telah ada pertemuan dengan pihak terkait yang berlangsung kondusif.
Chiko, pemilik sepeda motor Yamaha Fiz R yang terbakar, mengatakan pertemuan tersebut digelar pada sore hari dan berjalan dengan baik.
Baca juga: "Sesuai Prosedur" Sikap Pertamina Soal Korban Motor Terbakar di SPBU Semarang Tak Boleh Pinjam APAR
“Sudah ada pertemuan yang baik. Tadi dari jam 16.30 sampai 18.00 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Jateng, Minggu (5/4/2026).
Ia menegaskan, dalam pertemuan itu kedua belah pihak telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Sudah ada itikad baik, kak. Saya juga tidak menilai dari berapa nominalnya,” ucapnya.
Chiko justru menyampaikan apresiasi kepada pihak Pertamina dan SPBU yang telah membuka ruang komunikasi pascakejadian.
“Saya malah berterima kasih kepada Pertamina dan pihak SPBU,” tambahnya.
Dengan adanya pertemuan tersebut, suasana yang sebelumnya memanas di media sosial kini mulai mereda.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan sepeda motor hangus terbakar di area SPBU Sriwijaya, Kota Semarang, viral di media sosial dan menuai sorotan publik.
Pemilik motor, Chiko Relisviano Ramadhan, mengaku peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/4/2026) sore, sesaat setelah dirinya mengisi BBM.
“Jadi kemarin sore itu habis mengisi bensin di SPBU, lalu keluar. Saat menyalakan motor dengan double starter, muncul percikan api di bagian karburator. Saya menduga ada masalah korsleting listrik,” ujarnya.
Ia mengaku sempat meminta bantuan petugas SPBU untuk mengeluarkan APAR.
Namun, menurutnya, permintaan tersebut tidak segera direspons.
“Saya sudah minta tolong agar APAR dikeluarkan, tapi petugas bilang tidak bisa karena harganya mahal dan harus menunggu manajer,” keluhnya.
| Harapan Ayah, Minta Si Bungsu Dapat Hukuman Ringan Meski Sudah Bunuh Kakaknya di Semarang |
|
|---|
| Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus |
|
|---|
| Wali Kota: Pawai Ogoh-Ogoh Merayakan Penghargaan Semarang sebagai Kota Toleransi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Minggu 26 April 2026: Berawan hingga Hujan Lokal di Sejumlah Titik |
|
|---|
| Legenda PSIS Emmanuel De Porras Hadir di Semarang, Wali Kota Ingatkan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260405_Motor-terbakar-di-SPBU-Sriwijaya-Semarang_1.jpg)