Semarang
65 Rumah di Gedawang Banyumanik Terdampak Puting Beliung, Pemkot Semarang Beri Bantuan
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebut melakukan penanganan dan pemulihan dampak bencana angin puting beliung.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebut melakukan penanganan dan pemulihan dampak bencana angin puting beliung yang menimpa beberapa rumah di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak di Balai Kelurahan Gedawang, Senin (6/4).
Diketahui, bencana yang terjadi pada Senin (30/3), menyebabkan 65 rumah di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik mengalami kerusakan.
Menurutnya, sejak hari kejadian, respons telah dilakukan oleh pemerintah kota Semarang bersama masyarakat meliputi pendataan, pembersihan lingkungan, dan penyaluran bantuan darurat.
Baca juga: Kondisi Terkini Yovita Korban Begal Sadis di Semarang, Masih Syok Dapat 17 Jahitan
Baca juga: Dosen USM Dorong Relawan PMI Kota Semarang Jaga Tali Silaturahmi
"Yang pertama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa seluruh ASN di Kota Semarang ini wajib gerak cepat alias gercep. Begitu ada bencana, langsung RT atau RW melapor kepada Bu Lurah, masuk ke dalam laporan kita dan langsung tertangani," katanya dalam keterangannya.
Dirinya juga mengungkapkan jika penanganan awal telah dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari kelurahan, BPBD, hingga dinas teknis terkait.
Bantuan darurat seperti sembako, selimut, dan terpal telah disalurkan sejak hari kejadian, sementara penanganan pohon tumbang dilakukan oleh dinas terkait bersama warga.
Menurut Agustina, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam percepatan penanganan bencana. Ia menyebut, perangkat daerah seperti pihak Kelurahan, Kecamatan, Disperkim, DPU, BPBD menjadi ujung tombak dalam penanganan fisik, sementara Dinas Sosial menangani dampak sosial yang muncul.
“Penanganan cepat saat ada beberapa bencana dimana Perkim, PU, dan BPBD ini adalah ujung tombak, kemudian setelah itu Dinas Sosial harus segera menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi,” tegasnya.
Lebih lanjut, kata dia, Pemkot Semarang juga menyiapkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta per rumah terdampak, dengan mekanisme verifikasi oleh pihak kelurahan dan OPD terkait.
Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi warga dan dapat segera menempati kembali rumahnya.
Agustina menekankan pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat dan berdampak nyata bagi warga.
Pihaknya berharap, melalui langkah cepat dan kolaboratif ini, masyarakat Gedawang dapat segera bangkit.
"Mudah-mudahan kita semua diberkati dan tidak lagi ada bencana-bencana yang lebih besar di Kelurahan Gedawang," imbuhnya. (idy)
| Gara-gara Tikus, Petani di Tegalwaton Semarang Empat Kali Gagal Panen |
|
|---|
| Kisah Warga Semarang Menang Undian Berangkat Ke Hainan Cina |
|
|---|
| Ini Risiko Operasional Proyek Sampah Jadi Listrik di Kota Semarang |
|
|---|
| "Kami Segera Tindaklanjuti" Heboh Tikus Keluar dari Ompreng MBG SMKN 8 |
|
|---|
| Volume Sampah di Kota Semarang Saat Lebaran Capai 1.000 Ton per Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/BENCANA-PUTING-BELIUNG-Pemerintah-Kota-Pemkot-Semarang.jpg)