Berita Viral
"SPBU Ini Dalam Pembinaan" Nasib Petugas SPBU Sriwijaya Kini Dibina Anggota Damkar Semarang
Para petugas SPBU Sriwijaya Kota Semarang pada Senin (6/4/2026) tidak bertugas melayani pelanggan seperti biasanya.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM - Para petugas SPBU Sriwijaya Kota Semarang pada Senin (6/4/2026) tidak bertugas melayani pelanggan seperti biasanya.
Mereka berbaris, mendengarkan instruksi dari anggota Pemadam Kebakaran yang memberikan pembinaan.
Nasib mereka kini dibina setelah kejadian viral motor terbakar di SPBU namun korban tak boleh menggunakan APAR pada Jumat (3/4/2026).
Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Baca juga: Buntut Motor Terbakar Ga Boleh Pakai APAR, Operasional SPBU Sriwijaya Semarang Ditutup 2 Hari
Baca juga: Heboh SPBU Sriwijaya Semarang Larang Motor Terbakar Pakai APAR Karena Mahal, Ini Akhir Ceritanya
Pihak Damkar menyebut tengah menindaklanjuti kejadian tersebut melalui pelatihan dan sosialisasi pencegahan kebakaran.
Pantauan Tribun Jateng di SPBU tersebut, Senin (6/4) sejumlah personil Damkar Kota Semarang tampak membina para petugas SPBU.
Tak ada aktivitas pelayanan BBM di SPBU tersebut. Depan SPBU tampak tertulis "SPBU Ini dalam Pembinaan".
Kepala Bidang Pencegahan Damkar Semarang, Eustachius Marsudi Wisnugroho Subowo menyebut langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas kejadian yang terjadi sebelumnya.
Pembinaan difokuskan pada peningkatan pemahaman terkait pencegahan dan penanganan kebakaran, baik di dalam maupun di luar lingkungan SPBU.
"Kita menekankan kepada pihak SPBU bahwa sebenarnya kejadian kebakaran itu menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, kemudian dari pihak dunia usaha, dan pihak masyarakat sendiri. Ini yang bisa kami sampaikan," kata Wisnugroho seusai pembinaan.
Selain itu, Damkar juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan kendaraan sesuai standar pabrikan dan memastikan kelayakan operasionalnya, guna mengurangi potensi risiko kebakaran.
"Terkait masalah kendaraan yang terjadi kebakaran di lingkungan ini kemarin, kami informasikan kepada warga masyarakat walaupun ini bukan ranah kami, tapi karena ada kejadian kebakaran, kami berharap semua masyarakat bisa menggunakan kendaraannya yang standar.
Tidak dibuat modifikasi dan supaya dicek kelayakan operasional motor dan kendaraan," ungkapnya.
Sementara itu, sebagai penanganan awal, Damkar menekankan pentingnya pemanfaatan alat pemadam api ringan (APAR).
Mengingat waktu tanggap petugas berkisar 15 menit, sementara fase awal kebakaran hanya berlangsung sekitar tiga menit, keberadaan dan penggunaan APAR di lokasi dinilai sangat penting dalam pengendalian api.
| Sosok Menteri PPA Arifatul Choiri Fauzi, Pernyataan Soal Gerbong Kereta Disorot, Hartanya Fantastis |
|
|---|
| Viral Perundungan Siswi SMP oleh Rekannya di Tegal, Pemicunya Saling Ejek |
|
|---|
| Viral Karyawan Coffee Shop Pakai Atribut Pemkot Surakarta, Catut Nama Respati Ardi |
|
|---|
| Viral Gadis 17 Tahun Coba Akhiri Hidup Lompat dari Jembatan, Dimarahi karena Bawa Pacar ke Rumah |
|
|---|
| Viral Pengendara Motor Disiram Air Keras Dua Pria Berboncengan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260406_SPBU-SRIWIJAYA.jpg)