Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jalur Maut Silayur

Kerawanan Jalur Maut Silayur Semarang, Rantai Kecelakaan yang Berulang hingga Upaya Mitigasi 

Tanjakan dan turunan Silayur di Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
TERGULING - Sebuah truk kontainer terguling melintang di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang pada Jumat (10/4/2026) pagi. Kecelakaan yang melibatkan truk dan mobil itu mengakibatkan lalu lintas padat merayap hampir macet total. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanjakan dan turunan Silayur di Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, kembali memerlihatkan sebagai satu di antara titik paling rawan kecelakaan atau blackspot. 

Jalur dengan kontur menurun/menanjak sepanjang sekitar 1,5 hingga dua kilometer itu bukan sekadar penghubung wilayah bawah dan atas kota, tetapi juga menjadi rute distribusi logistik menuju kawasan industri seperti BSB dan sekitarnya.

Kontur yang curam, terutama dari arah gerbang BSB menuju bawah hingga kawasan padat di sekitar RS Permata Medika, berpotensi menyebabkan akumulasi kecepatan yang kerap berujung fatal saat sistem pengereman gagal. 

Di ruas tersebut, kendaraan yang kehilangan kendali berpotensi menghantam permukiman, ruko, hingga pengguna jalan lain.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung Ariyono, mengonfirmasi tingginya risiko di jalur tersebut.

“Kalau dikatakan rawan, ya rawan laka. Kalau bukan angkutan berat yang lewat situ kemungkinan tidak rawan. 

Faktor lainnya kontur jalan, kondisi jalan,” kata dia kepada Tribunjateng.com, Rabu (22/4/2026) petang.

Rangkuman Kecelakaan Sejak 2020 hingga Kini

Kerawanan Silayur bukan fenomena baru, tapi peristiwa yang terus berulang dari tahun ke tahun dengan karakteristik serupa, dengan faktor kendaraan berat, kegagalan teknis, dan dampak luas.

Dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir, catatan kecelakaan menunjukkan tren yang konsisten. 

Pada 24 Maret 2020 lalu, truk bermuatan material terguling dan menutup sebagian jalan. 

Selang beberapa bulan, 10 April 2020, truk kontainer bahkan melintang hingga hampir 12 jam, melumpuhkan arus lalu lintas. 

Insiden serupa kembali terjadi 9 Juli 2020 saat truk molen merusak fasilitas jalan dan membutuhkan evakuasi berat.

Memasuki 25 Februari 2021, kecelakaan beruntun melibatkan truk tronton bermuatan aki menyebabkan seorang pengendara meninggal.

Pada Maret 2021, truk gandeng kembali gagal rem dan menabrak deretan ruko saat hujan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved