Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Aipda Robig Yang Tembak Gamma Dipindah ke Nusakambangan, Zainal Petir Sebut Kecurigaannya Menguat

Zainal Petir, sejak awal menilai terdapat kejanggalan dalam peristiwa penembakan yang menewaskan Gamma

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
Foto Zainal Abidin alias Zainal Petir, kuasa hukum yang juga membela keluarga almarhum Gamma Rizkynata Oktafandy, korban penembakan oleh Aipda Robig Zaenudin. Dia dikenal vokal mengawal proses hukum serta menyoroti dugaan kejanggalan sejak awal peristiwa. 

 

Ringkasan Berita:
  • Zainal Petir mengaku tidak pernah sepenuhnya percaya pada hasil pemeriksaan awal yang menyatakan Robig negatif narkoba saat kejadian.
  • Kecurigaan itu kini menemukan konteks baru setelah muncul dugaan bahwa Robig justru terlibat dalam dugaan pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas.
  • Zainal meminta kepolisian membuka kembali fakta-fakta lama, termasuk proses pemeriksaan awal terhadap Robig.

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Kecurigaan yang sejak lama disuarakan advokat Zainal Abidin alias Zainal “Petir” kini dinilai menguat, menyusul kabar pemindahan terpidana kasus penembakan pelajar, Aipda (nonaktif) Robig Zaenudin, ke Lapas Nusakambangan karena dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran narkoba.

Zainal Petir, kuasa hukum keluarga almarhum Gamma Rizkynata Oktafandy, sejak awal menilai terdapat kejanggalan dalam peristiwa penembakan yang menewaskan Gamma pada November 2024 lalu.

“Sejak awal saya sudah curiga, jangan-jangan dia (Robig) dalam pengaruh narkoba, dan sekarang menguat."

"Kok tega sekali menembaki anak-anak? Sambil sempoyongan, bahkan sampai terjatuh setelah menembak,” kata Zainal kepada Tribunjateng.com, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Dari Kasus Penembakan Gamma hingga Bela PKL di Semarang, Advokat Zainal Petir Diganjar Penghargaan

Baca juga: Suara Bergetar Ayah di Batang yang Anaknya Diduga Dicabuli Tetangga: Pelaku Langsung Masuk Kamar

Dia mengaku tidak pernah sepenuhnya percaya pada hasil pemeriksaan awal yang menyatakan Robig negatif narkoba saat kejadian.

“Saya tidak percaya kalau tidak menggunakan narkoba, tapi waktu itu Kapolrestabes menyatakan hasilnya negatif. Saya cuma ngedumel, mosok (masa) bersih dari narkoba kok tega nembakin anak-anak dengan brutal,” imbuh dia.

Kecurigaan itu kini menemukan konteks baru setelah muncul dugaan bahwa Robig justru terlibat dalam dugaan pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas.

Zainal meminta kepolisian membuka kembali fakta-fakta lama, termasuk proses pemeriksaan awal terhadap Robig.

“Kalau terbukti dia terlibat peredaran narkoba, Kapolrestabes yang baru harus menyelidiki jaringan ini. Dari mana narkoba itu, jaringan siapa, jangan tebang pilih,” tegas dia.

Zainal juga mendorong Polda Jawa Tengah untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya jaringan besar yang selama ini beroperasi, bahkan dari balik lembaga pemasyarakatan.

“Banyak korban orang kecil terjebak narkoba, ternyata bisa saja dikendalikan dari lapas,” duganya.

Zainal meminta agar pejabat kepolisian saat kasus ini pertama kali ditangani turut dimintai klarifikasi.

“Kalau perlu Brigjen Irwan dihadirkan, apakah benar waktu pemeriksaan saat itu dia benar-benar tidak menggunakan narkoba,” tambah dia.

Baca juga: Tak Cukup Vonis 15 Tahun, Robig Zaenudin Kini "Dibuang" ke Nusakambangan Usai Terendus Main Narkoba

Pemindahan ke Nusakambangan

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved