Berita Semarang
Aipda Robig Yang Tembak Gamma Dipindah ke Nusakambangan, Zainal Petir Sebut Kecurigaannya Menguat
Zainal Petir, sejak awal menilai terdapat kejanggalan dalam peristiwa penembakan yang menewaskan Gamma
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
Ringkasan Berita:
- Zainal Petir mengaku tidak pernah sepenuhnya percaya pada hasil pemeriksaan awal yang menyatakan Robig negatif narkoba saat kejadian.
- Kecurigaan itu kini menemukan konteks baru setelah muncul dugaan bahwa Robig justru terlibat dalam dugaan pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas.
- Zainal meminta kepolisian membuka kembali fakta-fakta lama, termasuk proses pemeriksaan awal terhadap Robig.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Kecurigaan yang sejak lama disuarakan advokat Zainal Abidin alias Zainal “Petir” kini dinilai menguat, menyusul kabar pemindahan terpidana kasus penembakan pelajar, Aipda (nonaktif) Robig Zaenudin, ke Lapas Nusakambangan karena dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran narkoba.
Zainal Petir, kuasa hukum keluarga almarhum Gamma Rizkynata Oktafandy, sejak awal menilai terdapat kejanggalan dalam peristiwa penembakan yang menewaskan Gamma pada November 2024 lalu.
“Sejak awal saya sudah curiga, jangan-jangan dia (Robig) dalam pengaruh narkoba, dan sekarang menguat."
"Kok tega sekali menembaki anak-anak? Sambil sempoyongan, bahkan sampai terjatuh setelah menembak,” kata Zainal kepada Tribunjateng.com, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Dari Kasus Penembakan Gamma hingga Bela PKL di Semarang, Advokat Zainal Petir Diganjar Penghargaan
Baca juga: Suara Bergetar Ayah di Batang yang Anaknya Diduga Dicabuli Tetangga: Pelaku Langsung Masuk Kamar
Dia mengaku tidak pernah sepenuhnya percaya pada hasil pemeriksaan awal yang menyatakan Robig negatif narkoba saat kejadian.
“Saya tidak percaya kalau tidak menggunakan narkoba, tapi waktu itu Kapolrestabes menyatakan hasilnya negatif. Saya cuma ngedumel, mosok (masa) bersih dari narkoba kok tega nembakin anak-anak dengan brutal,” imbuh dia.
Kecurigaan itu kini menemukan konteks baru setelah muncul dugaan bahwa Robig justru terlibat dalam dugaan pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas.
Zainal meminta kepolisian membuka kembali fakta-fakta lama, termasuk proses pemeriksaan awal terhadap Robig.
“Kalau terbukti dia terlibat peredaran narkoba, Kapolrestabes yang baru harus menyelidiki jaringan ini. Dari mana narkoba itu, jaringan siapa, jangan tebang pilih,” tegas dia.
Zainal juga mendorong Polda Jawa Tengah untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya jaringan besar yang selama ini beroperasi, bahkan dari balik lembaga pemasyarakatan.
“Banyak korban orang kecil terjebak narkoba, ternyata bisa saja dikendalikan dari lapas,” duganya.
Zainal meminta agar pejabat kepolisian saat kasus ini pertama kali ditangani turut dimintai klarifikasi.
“Kalau perlu Brigjen Irwan dihadirkan, apakah benar waktu pemeriksaan saat itu dia benar-benar tidak menggunakan narkoba,” tambah dia.
Baca juga: Tak Cukup Vonis 15 Tahun, Robig Zaenudin Kini "Dibuang" ke Nusakambangan Usai Terendus Main Narkoba
Pemindahan ke Nusakambangan
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 24 April 2026: Hujan Ringan |
|
|---|
| Tak Cukup Vonis 15 Tahun, Robig Zaenudin Kini "Dibuang" ke Nusakambangan Usai Terendus Main Narkoba |
|
|---|
| Teror Debt Collector Makin Ngawur, Petugas Damkar Semarang Jadi Korban |
|
|---|
| BREAKING NEWS 12 Petugas Damkar Semarang Kena Prank DC Pinjol Buat Laporan Palsu Kebakaran Warung |
|
|---|
| Gratia Choir SCU Semarang Jadi Satu-Satunya Wakil Indonesia di Grand Final European Grand Prix 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/220260424_zainal-petir.jpg)