Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Damkar Kena Prank DC

Buntut Prank Kebakaran Warung Nasi Goreng, Damkar Kota Semarang Tuntut DC Minta Maaf

Dinas Damkar Kota Semarang menuntut pihak debt collector yang telah nge-prank kebakaran untuk meminta maaf secara langsung.

|
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
KANTOR DAMKAR - Area depan Kantor Damkar Kota Semarang. Aksi laporan kebakaran palsu yang sempat membuat petugas Dinas Damkar Kota Semarang geram. Tidak lagi sekadar evaluasi internal, Damkar bergerak ke jalur hukum sambil memberi ultimatum kepada pelaku. 

Ringkasan Berita:
  • Damkar Kota Semarang menuntut pihak debt collector yang telah ngeprank untuk meminta maaf secara langsung.
  • Sebelumnya oknum debt collector telah mengerjai petugas Damkar Kota Semarang, membuat laporan palsu adanya kebakaran.
  • Setelah petugas Damkar tiba di lokasi, ternyata laporan tersebut adalah bagian teror kepada pihak pemilik warung dari oknum debt collector.

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Damkar Kota Semarang menuntut pihak debt collector yang telah nge-prank kebakaran untuk meminta maaf secara langsung.

Bahkan pimpinan Damkar Kota Semarang memberikan waktu selama dua kali 24 jam. Jika hal itu tidak dilakukan, pihak Damkar meminta bantuan kepada pihak kepolisian untuk memprosesnya secara hukum.

Langkah ini dimaksudkan sebagai bagian pemberian efek jera terhadap pihak-pihak debt collector (DC) agar tak sembrono, asal-asalan, atau ngawur.

Seperti diketahui, tuntutan tersebut dikarenakan pihak Damkar Kota Semarang telah terkena prank, laporan palsu yang diduga dilakukan oleh debt collector pinjaman online pada Kamis (23/4/2026) pukul 17.10.

Kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Pihak Damkar Kota Semarang juga meminta pihak pelapor meminta maaf dengan datang langsung ke Kantor Damkar.

Kabid Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono mengatakan, kejadian bermula saat tim Damkar mendapatkan laporan adanya kebakaran.

"Melaporkan kalau warung nasi goreng itu kebakaran," kata Tantri seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (24/4/2026).

Setelah menerima laporan tersebut, petugas Damkar Kota Semarang segera menindaklanjuti.

Mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan.

"Karena, 15 menit kami harus sampai lokasi, jadi hari cepat-cepat," ungkapnya.

Namun setelah sampai lokasi, tim yang ditugaskan kaget karena tak ada kejadian kebakaran seperti yang dilaporkan sebelumnya.

"Waktu saya konfirmasi ke pemilik nasi goreng, mengatakan bahwa dia punya pinjaman online," ujarnya.

Pinjaman tersebut terjadi pada 2020.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved