Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Gito Harap-harap Cemas, Teror Kawanan Monyet Serbu Ladang Warga Kalialang Semarang

Kawanan monyet ekor panjang nyaris setiap hari menyerbu Kampung Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
USIR MONYET - Wajah Gito (60) warga RT 03 RW 07 Kampung Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menggunakan ketapel untuk mengusir kawanan monyet ekor panjang yang menyerbu kebun miliknya, Senin (27/4/2026). 

"Setiap hari itu nyuri. Kalau enggak ada pisang, itu tanaman lain dirusak-rusak," keluhnya.

Tak hanya tanaman, menurutnya, ternak miliknya pun ikut terdampak.

Ayam-ayam peliharaan menjadi gelisah setiap kali kawanan monyet datang.

"Ternaknya kalau dia turun takut semua. Ayam kami kelabakan semua, takut semua," ujarnya.

Di tengah gangguan gerombolan monyet itu, Gito terpaksa harus berjaga hampir sepanjang hari.

Sebab, kata dia, waktu kedatangan monyet tak menentu.

"Kadang pukul 10.00, kadang siang, kadang sore hari. Datangnya tidak tentu," terangnya.

Akibat peristiwa itu, Gito pun mengalami kerugian yang tidak sedikit. Dalam sekali serangan, dia memperkirakan kerugian bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung banyaknya tanaman yang rusak.

Menurut Gito, kemunculan monyet dalam jumlah besar mulai terasa sekira enam bulan terakhir, sejak adanya aktivitas galian di kawasan sekitar.

Dia menduga habitat monyet terganggu, sehingga mereka turun ke permukiman untuk mencari makan.

Sementara itu, yang membuat warga semakin khawatir, monyet-monyet berukuran besar cenderung tidak takut pada manusia. Jika diusir tanpa alat, menurutnya, mereka justru mendekat.

Baca juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih: Presiden Lantik 6 Pejabat Baru, Berikut Daftar Namanya

"Yang kecil-kecil lari, tapi yang besar-besar itu berani. Makanya pakai ketapel ini biar pergi," ucapnya.

Tak hanya kebun. Menurutnya, warung-warung warga pun kerap menjadi sasaran. Jajanan yang diletakkan di etalase terbuka sering hilang diambil.

Di tengah keresahan yang terus berulang, Gito dan warga lainnya hanya bisa berharap monyet-monyet tersebut dikembalikan ke habitat aslinya.

Ketua RT 03 RW 07 Kampung Kalialang Baru, Kunjaeri (58) menyebut, kondisi ini sudah terlihat sejak sekira enam bulan terakhir.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved