Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pria Bersimbah Darah Tergeletak di Teras Rumah Puspanjolo Semarang,Ini Kata Saksi

Seorang pria ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di teras sebuah rumah, Jumat (1/5/2026) petang

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
TANGANI KORBAN - Tenaga medis tiba menggunakan ambulans untuk menangani seorang korban, pria yang bersimbah darah di teras rumah di Jalan Puspanjolo Tengah Raya, Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (1/5/2026) petang. Korban diduga mengalami penganiayaan dan sebelumnya datang ke lokasi dalam kondisi terluka, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga di sekitar Jalan Puspanjolo Tengah Raya, tepatnya di seberang warung Mie Ayam Bakso Pak Pendek di kawasan Cabean, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang geger.

Seorang pria ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di teras sebuah rumah, Jumat (1/5/2026) petang.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pria tersebut sekitar pukul 18.16 WIB, telah dibawa ke fasilitas keseharan menggunakan ambulans

Baca juga: Rute Semarang Night Carnival 2026 Malam Nanti, Makin Meriah dengan Penampilan 28 Negara

Dari informasi awal yang dihimpun di lapangan, korban diketahui datang ke rumah tersebut dengan mengendarai sepeda motor dari arah utara dalam kondisi sudah terluka. 

Motor jenis Honda Revo yang diduga digunakan korban juga terlihat terdapat bercak darah pada bagian bodinya. 

Lokasi korban datang dan diperiksa tim diduga merupakan tempat tinggalnya.

Salah seorang saksi, Atik (50), warga yang tinggal di indekos seberang lokasi kejadian, mengatakan dirinya mendengar teriakan minta tolong dari keluarga korban.

“Tadi keluarga korban teriak-teriak minta tolong, lalu penjual mi ayam menghubungi ambulans. 

Saya belum tahu kenapa, info yang saya dapat dia habis ditusuk, tapi belum tahu pasti,” ujar Atik.

Dalam keterangannya, Atik mengaku tidak terlalu mengenal dekat korban, namun sering melihatnya beraktivitas di sekitar lokasi. 

Dia menyebut korban kerap datang dan parkir di sekitar tempat tersebut.

“Dia sering ngamen di luar, tadi pulang sudah dalam keadaan berdarah. 

Keluarga minta tolong, tapi kami nggak berani mendekat, takut salah prosedur. 

Akhirnya keluarga lapor ke RT, lalu baru menghubungi ambulans,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved