Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecelakaan di Silayur Semarang

Kecelakaan di Tanjakan Silayur Terulang, Dewan Sebut Penanganan Pemkot Ibarat "Paracetamol"

Kali ini, sebuah insiden kecelakaan tunggal terjadi melibatkan truk ekspedisi di kawasan tersebut, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
ANGGOTA DEWAN - Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati saat wawancara di kantor DPRD Kota Semarang, Rabu (13/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan tanjakan Silayur, jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang.

Kali ini, sebuah insiden kecelakaan tunggal terjadi melibatkan truk ekspedisi di kawasan tersebut, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Dalam kejadian tersebut, truk Hino Dutro bernomor polisi AE 8434 BA milik PT Kantor Pos Madiun dilaporkan mengalami gagal menanjak saat melintas dari arah Surabaya menuju Boja.

Kendaraan kemudian meluncur mundur hingga melewati median jalan dan berhenti di area sekitar SPBU Silayur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Baca juga: Pemkot Semarang Perkuat Pengawasan Silayur, Penanganan Cepat Dilakukan Pasca Insiden Truk Ekspedisi

Baca juga: Kecelakaan Berulang Silayur, Dishub Semarang Rencana Bangun Pos Uji KIR: Truk Tak Layak Putar Balik

Kecelakaan yang terus berulang di jalur ekstrem tersebut memunculkan kritik terhadap penanganan Pemerintah Kota Semarang yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati menilai, persoalan utama di Silayur bukan semata kendaraan berat, melainkan kondisi topografi jalan yang ekstrem.

"Silayur ini ya persoalan jalan lah ya. Persoalan jalan yang memang secara topografi jalannya ya memang ini yang perlu kita selesaikan.

Jadi kalau cuma memasang portal ya akan terjadi kayak pagi tadi gitu kan. Lolos di portal, tapi ternyata ya enggak kuat nanjak gitu," ujar Dini ditemui Tribun Jateng di kantor DPRD Kota Semarang, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, solusi jangka panjang yang seharusnya mulai dipikirkan adalah pelandaian jalan. Ia menegaskan langkah-langkah yang selama ini dilakukan pemerintah masih bersifat sementara.

"Jalan Silayur itu memang salah satu upayanya adalah harus dilandaikan. Jadi ke depan kalau saya pribadi merekomendasikan memang harus ada pelandaian. Harus ada upaya untuk mengalokasikan anggaran untuk melakukan pelandaian jalan Silayur, sehingga ini bukan upaya jangka pendek, tapi upaya jangka panjang," katanya.

Dini lebih jauh juga menyinggung pemasangan portal dan pembatasan kendaraan yang selama ini dilakukan belum efektif mencegah kecelakaan.

“Jadi kita sudah secara praktis membangun portal ya di beberapa titik itu yang harapannya itu bisa mengurangi kecelakaan, tapi pada faktanya kan hari ini kita lihat tetap terjadi. Artinya ya memang Silayur itu cukup ekstrem tanjakan dan turunannya," ucapnya.

Ia menilai larangan total kendaraan berat melintas di jalur tersebut juga bukan solusi realistis karena pemerintah belum memiliki jalur alternatif yang memadai.

"Harus ada alternatif jalan. Nah, sedangkan kita belum punya alternatif jalannya. Masa kita mau melegalkan mereka masuk ke gang-gang kecil? Kan enggak mungkin," tegasnya.

Dini menyebut salah satu opsi sebenarnya adalah pembangunan Semarang Outer Ring Road (jalan lingkar luar). Namun proyek tersebut dinilai masih terlalu mahal untuk kemampuan anggaran Pemkot Semarang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved