Berita Semarang
Long Weekend dan Musim Timur Bawa Berkah, Pelaku Wisata Mancing di Semarang Kebanjiran Order
Long weekend yang bertepatan dengan datangnya musim timur membawa berkah tersendiri bagi pelaku wisata mancing di pesisir Kota Semarang.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Long weekend yang bertepatan dengan datangnya musim timur membawa berkah tersendiri bagi pelaku wisata mancing di pesisir Kota Semarang.
Di tengah biaya melaut yang terus naik akibat mahalnya bahan bakar, sejumlah nelayan kini mulai mengandalkan jasa wisata memancing sebagai sumber penghasilan tambahan.
Salah satunya dirasakan Endi, pengelola jasa kapal wisata mancing yang dikenal dengan nama Endi Prau.
Dalam beberapa pekan terakhir, permintaan trip memancing meningkat tajam seiring cuaca laut yang lebih bersahabat.
“Sementara ini sampai tanggal 6 Juni sudah alhamdulillah sudah terisi,” ujar Endi saat ditemui di kawasan Pelabuhan Semarang, Kamis (14/5/2026).
Musim timur dan libur panjang menjadi momentum favorit bagi para penghobi mancing.
Saat musim timur, angin yang cenderung stabil membuat gelombang laut lebih tenang dibanding musim barat yang identik dengan ombak tinggi dan cuaca tak menentu.
“Kalau laut ini kan sudah masuk musim timur. Jadi kalau mancing itu lebih nyaman daripada musim barat.
Kalau musim timur itu ombaknya enggak terlalu besar. Kalau musim barat ombaknya kadang sampai 2-3 meter,” katanya.
Fenomena ini membuat pesisir Semarang ramai didatangi pemancing dari berbagai daerah.
Baca juga: Detik-detik Dua Korban Tewas Kecelakaan di Pantura Batang, Terlindas Roda Belakang Kiri Truk
Tak hanya warga lokal, pelanggan juga datang dari luar kota memanfaatkan libur panjang untuk berburu ikan di laut utara Jawa.
“Tidak hanya dari Semarang, sampai luar kota pun ada. Yang sudah pernah berangkat itu ada dari Surabaya, Jakarta juga ada.
Sedangkan pelanggan terbanyak dari Jawa Tengah seperti Magelang, Wonosobo, Jogja, Solo paling banyak,” bebernya.
Di tengah laut yang mulai teduh, kapal-kapal kecil kembali sibuk mengantar rombongan pemancing sejak dini hari.
Aroma solar bercampur asin laut menjadi napas ekonomi baru bagi nelayan pesisir.
| Liburan Berujung Maut, Siswa SD Tewas Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita Semarang |
|
|---|
| "Ada yang Sempat Tak Mau Makan 7 Bulan" Cerita Petugas Damkar Semarang Rawat Ular Hasil Rescue |
|
|---|
| Menengok Koleksi Ular Unik di Mako Damkar, Harga Ball Python Capai Rp5 Juta |
|
|---|
| Libur Panjang Kenaikan Isa Al Masih, Penumpang KA di Daop 4 Semarang Melonjak 48 Persen |
|
|---|
| Kronologi Bocah SD Meninggal Tertimpa Patung Museum Ranggawarsita Semarang, Sempat Merangkak Keluar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260514_nelayan-mancing.jpg)