Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Muhammadiyah Kota Semarang

Pemerintah Kucurkan Bantuan Operasional Rp 50 Juta untuk PAUD dan TK

Pemerintah pusat resmi menjadikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama wajib belajar 13 tahun.

Penulis: Val | Editor: rival al manaf
Istimewa/Istimewa
BANTUAN TK - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, saat meresmkian TK ABA 31 Wonosari, Semarang, Sabtu (4/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah pusat resmi menjadikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama wajib belajar 13 tahun melalui peluncuran program satu desa satu TK secara nasional.

Komitmen strategis ini dipertegas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, dengan menyiapkan alokasi bantuan operasional Rp 50 juta di sela-sela peresmian TK ABA 31 Wonosari, Semarang, Sabtu (4/4/2026).

Langkah nyata mewujudkan PAUD sebagai fondasi pendidikan tersebut terstruktur melalui implementasi kebijakan wajib belajar 13 tahun.

Baca juga: Resmikan Rumah Terapi, Agus Gondrong: Ini Tanda Cinta Anak Spesial Temanggung 

Baca juga: Batal Berangkat, Penumpang KA Kamandaka dan Joglosemarkerto dari Semarang Bisa Refund 100 Persen

Karena itu, jenjang pendidikan usia dini kini mendapat perhatian penuh dari negara untuk mencetak generasi unggul.

Sebagai wujud tindak lanjut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menggulirkan program satu desa satu TK.

Selanjutnya, pemerintah menjalin kerja sama lintas kementerian untuk menyukseskan target ambisius ini. 

Kebijakan ini sekaligus membuka ruang partisipasi luas bagi unsur masyarakat.

Lembaga pendidikan swasta seperti TK ABA, RA, hingga TK Bhayangkara dapat langsung berkontribusi dalam penyediaan layanan tersebut.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan finansial terukur bagi lembaga penyelenggara di daerah.

Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan operasional PAUD senilai Rp50 juta.

Dana segar tersebut akan pemerintah salurkan ke lembaga dalam dua paket pencairan beruntun.

Selain itu, negara segera menjalankan program revitalisasi sekolah 2026.

Program strategis ini mencakup pembangunan unit sekolah baru, termasuk fasilitas ruang kelas taman kanak-kanak.

Sinergi Kuat dengan Masyarakat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, sangat menekankan urgensi kolaborasi dalam memajukan sektor pendidikan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved