Berita Semarang
Begini Progres Pembangunan Mal Terbesar Indonesia di Kota Semarang
Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang menyebut aktivitas yang saat ini berlangsung di kawasan rencana
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang menyebut aktivitas yang saat ini berlangsung di kawasan rencana pembangunan Pakuwon di Gombel Lama, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, masih berupa pematangan lahan dan penguatan lereng, belum memasuki tahap pembangunan mal maupun bangunan komersial lainnya.
Saat ini sejumlah alat berat masih beroperasi di area perbukitan sisi barat Jalan Gombel Lama.
Kepala Distaru Kota Semarang, Ferry Kuntoaji mengatakan, pekerjaan yang berlangsung saat ini merupakan tahap awal yang harus dilakukan sebelum pembangunan kawasan komersial dapat dilaksanakan.
Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan saat ini difokuskan pada peningkatan stabilitas tanah melalui pemasangan struktur penahan lereng menggunakan metode borpile sebagai bagian dari upaya mitigasi potensi pergerakan tanah di kawasan tersebut.
"Dalam 2 tahun terakhir, kawasan gombel lama telah terpasang sensor inclinometer dan piezometer pada 20 titik pantau yang untuk mendeteksi pegerakan tanah serta mengukur muka air tanah dan tekanan fluida," katanya, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Dari Warung Es Teh hingga Rumah Pelaku, Begini Kronologi Pengungkapan Kasus Sabu 54 Gram di Salatiga
Menurut Ferry, sensor tersebut dipantau secara berkala untuk mengetahui perubahan kondisi tanah, muka air tanah, dan tekanan fluida yang berpotensi memengaruhi stabilitas lereng. Hasil pemantauan kemudian menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah teknis penanganan kawasan.
"Sensor monitoring ini dipantau dan dianalisis secara periodik dengan interval waktu setiap dua minggu sekali, sehingga deformasi sekecil apa pun pada lapisan tanah terdalam dapat langsung terdeteksi dan diantisipasi sejak dini sebelum memicu pergerakan yang lebih masif," katanya.
Ferry menyebut pekerjaan yang saat ini terlihat di lapangan masih berupa tahapan persiapan dan penguatan lahan.
"Jadi yang sekarang dilaksanakan itu adalah proses pematangan lahan, bukan proses pembangunan mall," katanya.
Selain pekerjaan pematangan lahan, di lokasi yang berdekatan pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta juga sedang melakukan perbaikan Jalan Gombel Lama yang merupakan ruas jalan nasional nomor 091 berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1688/KPTS/M/2022.
Karena kedua pekerjaan berada dalam satu koridor kawasan, kata dia, penanganan dilakukan secara terkoordinasi agar sistem drainase, perlindungan lereng, dan konstruksi jalan dapat berjalan selaras.
Pada Rabu (3/6), Distaru bersama Tim Profesi Ahli Bangunan Gedung melakukan peninjauan lapangan untuk melihat perkembangan pekerjaan yang sedang berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, tim Profesi Ahli Bangunan Gedung, Prof Dr Ir Bambang Setioko, M Eng menjelaskan pekerjaan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari rekomendasi hasil kajian geoteknik yang telah dilakukan selama sekitar dua tahun.
"Dengan teknologi yang dikembangkan oleh Prof Paulus, pergerakan tanah dapat diatasi dengan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya yaitu pematangan lahan yang dilakukan dengan cara boring, sehingga diperkirakan tidak menggangu lingkungan dan publik setempat, dan upaya ini dilakukan bertujuan untuk mengantisipasi pergerakan tanah yang sangat dikawatirkan oleh publik," katanya.
Menurut Bambang, pematangan lahan menjadi salah satu tahapan yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dapat dilanjutkan.
| Foto-foto Wajah Baru Gramedia Jalma Pandanaran Semarang, Spot Baru Pecinta Literasi |
|
|---|
| Protes Uang Rupiah Sekarat, Mahasiswa Bakar Uang Mainan di depan Bank Indonesia Semarang |
|
|---|
| LOFF 2026 Buka Open Submission, Sineas Muda Ditantang Kampanyekan Ketahanan Pangan Lewat Film |
|
|---|
| SMP Semarang Tampung 32 Siswa Berbakat di Kelas Khusus Olahraga, Pastikan Tak Kurangi Kuota Reguler |
|
|---|
| SPMB Kota Semarang 2026 Libatkan Sekolah Swasta Gratis, Tambah Daya Tampung Hingga 6.000 Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260606_pakuwon.jpg)