Tribunjateng Hari ini
Hafna Terkesan Ikut Baca Senyap di Gramedia Jalma Semarang
Gramedia Jalma menggelar kegiatan Baca Senyap, yang diikuti lebih dari 500 peserta dari pelbagai komunitas literasi.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gramedia Jalma Pandanaran, Kota Semarang, menggelar kegiatan Baca Senyap.
Kegiatan itu diikuti lebih dari 500 peserta dari pelbagai komunitas literasi.
Suasana tak biasa terlihat di Gramedia Jalma, Pandanaran, Sabtu (13/6/2026) pagi.
Sebelum toko buku dibuka, ratusan orang sudah memenuhi berbagai sudut ruangan untuk membaca buku dalam keheningan.
Kegiatan bertajuk Baca Senyap itu digelar dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Ke-30 Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).
Lebih dari 500 peserta dari berbagai komunitas literasi di Semarang dan daerah sekitar ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Hafna, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, mengaku sengaja datang ke Gramedia Jalma untuk mengikuti kegiatan Baca Senyap.
Menurutnya, konsep membaca bersama dalam suasana tenang menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan aktivitas membaca sehari-hari.
"Menarik karena bisa kumpul bareng teman-teman yang sama-sama suka baca buku. Meskipun baca buku masing-masing, tetap terasa ada kebersamaannya," ujar Hafna.
Dalam kegiatan tersebut, peserta membawa buku pilihan masing-masing dan bebas menentukan lokasi membaca yang dianggap paling nyaman di dalam toko.
Hafna mengaku hanya sempat mengikuti sebagian sesi karena datang terlambat.
Namun pengalaman singkat itu tetap meninggalkan kesan positif.
"Kurang lebih baca sekitar 30 menit. Memang saya datang agak terlambat, jadi tidak mengikuti dari awal, tapi tetap seru dan jadi pengalaman baru," katanya.
Penggemar novel dan fiksi sejarah itu juga menilai konsep Gramedia Jalma menawarkan pengalaman berbeda dibanding toko buku pada umumnya.
Menurut dia, keberadaan ruang baca yang nyaman membuat pengunjung tidak sekadar datang untuk membeli buku.
"Kalau Gramedia biasa kan lebih fokus jual buku. Di sini kita bisa duduk, baca buku, atau mengerjakan tugas. Jadi lebih nyaman dan terasa seperti ruang untuk berkegiatan," ujarnya.
Ia menilai, konsep tersebut berpotensi menarik minat generasi muda untuk kembali dekat dengan buku.
"Menurut saya ini gen Z banget. Orang jadi tertarik datang, membaca, lalu mungkin membeli buku juga. Harapannya minat baca bisa semakin meningkat," katanya.
Ekosistem literasi
Manager Redaksi dan Produksi KPG, Christina M Udiani mengatakan, antusiasme peserta menunjukkan bahwa ekosistem literasi di Semarang masih hidup dan terus bertumbuh.
"Kami sangat berterima kasih karena penerbit bisa bertemu langsung dengan pembaca, komunitas, dan toko buku. Ini satu keluarga besar yang harus terus dirawat bersama untuk menjaga kewarasan kita supaya tetap bernalar dan berani bersikap," ujar Christina.
Menurut Christina, kegiatan Baca Senyap di Semarang merupakan kali kedua yang digelar KPG, setelah tahun sebelumnya dilaksanakan di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta.
Ia menyebut sekitar 25 komunitas terlibat dalam pelaksanaan kegiatan kali ini.
Sebagian besar berasal dari Semarang, meski ada pula komunitas dari kota lain di Jawa Tengah.
"Dari pendaftar sekitar 2.600 orang, yang hadir lebih dari 500 peserta. Ternyata komunitas literasi di Semarang sangat banyak dan terus bertambah," katanya.
Christina menilai, tingginya partisipasi masyarakat menjadi sinyal positif bahwa budaya membaca masih memiliki tempat di tengah gempuran hiburan digital.
Ruang perjumpaan
Sementara itu, Community Specialist Gramedia Jalma, Pramudya Pangestu menjelaskan, konsep Gramedia Jalma berbeda dengan toko buku pada umumnya.
Menurut dia, Jalma yang berasal dari bahasa Sunda memiliki arti manusia.
Oleh karena itu, konsep yang diusung bukan sekadar tempat berbelanja buku, melainkan ruang perjumpaan dan bernarasi.
"Yang membedakan Gramedia Jalma dengan Gramedia reguler adalah penekanan pada interaksi yang organik. Pengunjung tidak hanya membeli buku, tetapi juga bisa berdiskusi, mendapatkan rekomendasi bacaan, hingga mengikuti berbagai aktivitas komunitas," kata Pramudya.
Dia menyebut, seluruh ruang di Jalma dirancang agar bisa diaktivasi oleh masyarakat, mulai dari diskusi buku, baca senyap, pemutaran film, hingga lokakarya.
Selain Baca Senyap, rangkaian HUT ke-30 KPG di Semarang juga diisi kegiatan untuk anak-anak melalui program Pecahkan Kasus Misteri: Penghuni Rumah Kosong yang memadukan dongeng dan permainan detektif.
Pada hari terakhir, Senin (15/6), besok, KPG akan menggelar diskusi bertajuk “Hidup di Tanah Rawan Bencana Iklim”, yang membahas dampak perubahan iklim di wilayah pesisir Semarang. (Rezanda Akbar D)
Gramedia Jalma
Gramedia Jalma Pandanaran Semarang
Kompas Gramedia Group
Tribunjateng.com
Semarang
Muh Radlis
| Tanggapi Demo Mahasiswa, Qodari Pastikan MBG Jalan Terus |
|
|---|
| Ingin Mobil Ambulans Tampil Lebih Ramah, Komunitas Kitty Group Hias dengan Stiker Kartun |
|
|---|
| Yustina Kusmanti Bisnis Ikan dari Klaten, Tiap Sepuluh Hari Bisa Kirim 15 Ton Ikan Nila ke Papua |
|
|---|
| Dua Perempuan Ditemukan Tewas di Banyumas, Polisi Tangkap Cucu dari Korban yang Ditemukan di Sumur |
|
|---|
| Bantah terkait Korupsi MBG, Ketua DPRD Jateng Ngaku Tak Kenal Sony Sonjaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Minggu-14-Juni-2026.jpg)