Mahasiswa Magang
Mengintip Resep Bolu Gulung dan Hantaran di Toko Roti Sajiyem
Selama lebih dari dua dekade, resep roti Sajiyem tidak pernah berubah. Rahasia kelembutannya terletak pada cara pengadukan dan proses fermentasi
Mengintip Resep Bolu Gulung dan Hantaran di Toko Roti Sajiyem
TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Aroma manis roti hangat menyambut setiap pengunjung yang melangkah ke Toko Roti Sajiyem di Jalan Jetis, RT 01/RW 09, Dusun III, Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Di balik kesederhanaan toko ini, tersimpan kisah perjuangan dan cita rasa yang tak lekang oleh waktu. Didirikan tahun 1998, toko roti legendaris ini kini dikelola oleh Gunawan, menantu dari sang perintis, Ibu Sajiyem.
Ibu Sajiyem mengenang masa awal usahanya yang dimulai dari nol dengan peralatan seadanya. “Dulu saya cuma punya satu kompor yang dijadikan oven tradisional. Adonan dibuat sedikit-sedikit, tapi semangatnya besar,” ujarnya, Rabu (24/10/2025).
Dari dapur rumah sederhana itulah aroma pertama roti Sajiyem menyebar ke penjuru kampung. Inspirasi membuka usaha roti muncul setelah Ibu Sajiyem bekerja pada seorang keturunan Cina yang memiliki usaha serupa. “Saya dulu ikut bikin roti di tempat orang Cina. Setelah kontrak kerja habis, saya kepikiran kenapa nggak coba bikin sendiri di rumah,” tuturnya sambil tersenyum mengenang masa lalu. Dari pengalaman itu, lahirlah resep khas yang masih digunakan hingga kini.
Selama lebih dari dua dekade, resep roti Sajiyem tidak pernah berubah. Rahasia kelembutannya terletak pada cara pengadukan dan proses fermentasi alami tanpa bahan pengawet, menjadikan setiap gigitan terasa lembut dan autentik seperti dulu. Dan tentunya, roti di Toko Roti Sajiyem selalu fresh, karena diproduksi setiap hari langsung di dapur terbuka yang bisa disaksikan pembeli.
“Resepnya tetap sama, cuma menunya saja yang kita tambahkan supaya nggak bosan,” ujar Gunawan, sang pemilik toko generasi kedua yang juga menantu dari pendiri, Ibu Sajiyem. Ia menambahkan, inovasi dilakukan agar pelanggan tetap memiliki banyak pilihan tanpa meninggalkan cita rasa tradisional yang sudah melekat.
Kini, Toko Roti Sajiyem menghadirkan 12 varian roti yang menggugah selera. Mulai dari bolu gulung, mandarin, prol, hingga bolu jadul yang membawa nostalgia masa kecil. Namun, dua menu yang paling digemari pembeli tetaplah bolu gulung dan bolu mandarin yang menjadi ikon toko ini.
“Setiap hari pasti ada yang cari bolu gulung, apalagi kalau mendekati hari besar. Rasanya lembut, manisnya pas,” tutur Ibu Arwinda, pelanggan setia asal Karanganyar. Ia mengaku tidak pernah bosan dengan roti gulung di sini karena rasanya istimewa.
Menurutnya, setiap hari toko ini selalu ramai pembeli, bahkan menjelang hari besar suasananya bisa sampai membludak. “Kadang kalau mau beli banyak, harus pesan jauh-jauh hari biar kebagian,” ujarnya sambil tersenyum. Antrean pembeli yang mengular sudah menjadi pemandangan biasa setiap akhir pekan dan hari libur.
Toko ini juga menyediakan bolu hantaran dan bolu bulat yang sering dipesan untuk acara pernikahan dan syukuran. Selain rasanya yang khas, bentuknya yang rapi dan aromanya yang harum menjadikan roti Sajiyem tak pernah sepi pembeli. “Kalau untuk acara, orang suka pesan dari sini karena rasanya konsisten,” ujar Gunawan.
Keunikan lain dari toko ini adalah konsep open kitchen yang diterapkan sejak beberapa tahun terakhir. Pembeli bisa langsung melihat proses pembuatan roti dari pengadonan hingga pemanggangan. “Kita memang sengaja bikin terbuka biar orang tahu, semua dibuat bersih dan tanpa bahan instan,” kata Ibu Winarsih, karyawan yang sudah bekerja selama 20 tahun.
Setiap pagi, aroma mentega dan vanila menyeruak dari dapur yang tak pernah sepi. Para karyawan terlihat sibuk menimbang bahan, mengaduk adonan, hingga memanggang roti di oven besar. Proses itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang, terutama anak-anak yang penasaran melihat prosesnya.
Tak hanya menjaga kualitas, Toko Roti Sajiyem juga menjaga hubungan baik dengan para pelanggan. Gunawan sering turun langsung melayani pembeli, berbincang ringan, dan menerima masukan. “Kalau ada kritik, saya senang. Artinya orang peduli sama rasa roti kami,” ujarnya.
Toko Roti Sajiyem tidak hanya menjual roti, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan ketekunan keluarga. Dari usaha rumahan kini menjadi toko yang dikenal hingga luar daerah Sukoharjo. “Kami nggak pernah lupa asalnya dari dapur kecil, itu yang bikin kami terus berjuang mempertahankan rasa,” ujar Gunawan mantap.
Dalam satu hari, toko bisa memproduksi ratusan potong roti berbagai varian. Meski banyak pesaing baru bermunculan, Toko Roti Sajiyem tetap bertahan dengan kualitas dan rasa yang autentik. Gunawan mengaku tidak berencana membuka cabang agar tetap bisa menjaga mutu setiap produknya.
Selain itu, toko ini juga aktif melibatkan warga sekitar untuk membantu produksi dan penjualan. Dengan begitu, keberadaannya turut menggerakkan ekonomi lokal di Dusun Blimbing. “Kita kerja di sini sudah kayak keluarga sendiri,” kata Winarsih tersenyum. (Clarisa Titania Pangestika/Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia UIN Raden Mas Said Surakarta Magang Tribunjateng.com)
| Pecinta Menu Western Bisa Cicipi Kuliner Madame & Co di Jatingaleh Semarang |
|
|---|
| Hortimart Agro Center di Bawen Menginspirasi Inovasi Pertanian Modern |
|
|---|
| The Bunny Tales Surga Souvenir Lucu buat Hadiah Spesial |
|
|---|
| Etto Dessert Hadirkan Kuliner Jepang di Kota Lama Semarang |
|
|---|
| Mengintip The Olive Manor Kuliner Baru yang Unik di BSB City Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Toko-Roti-Sajiyem-di-Sukoharjo-Jateng.jpg)