Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Mahasiswi UNS Solo Dipaksa Buka Baju saat Main Game Truth or Dare

Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diduga menjadi korban pelecehan seksual.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Jateng Hari Ini Jumat 5 November 2025 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diduga menjadi korban pelecehan seksual.

Insiden tersebut berawal ketika korban berada di kos salah satu temannya untuk mengerjakan tugas bersama dua mahasiswa lainnya.

Situasi yang awalnya tenang berubah kacau setelah sekelompok mahasiswa lain datang dan membuat suasana tak lagi kondusif.

Menurut unggahan akun Instagram @kentingansantuy, keramaian muncul setelah “anak-anak dari acara voli Teknik Kimia” datang ke kos tersebut.

"Pada malam hari yang sama, anak-anak dari acara voli Teknik Kimia yang baru selesai bertanding malam itu datang ke kos tersebut yang merupakan tempat yang sama dimana korban dan teman- temannya sedang kumpul," tulis akun tersebut.

Oleh karena tak lagi nyaman mengerjakan tugas, mereka akhirnya sepakat bermain game agar suasana tidak membosankan. 

Tidak ada alkohol atau obat terlarang.

Permainan yang dipilih adalah Truth or Dare (ToD). Namun, menurut keterangan unggahan itu, arah permainan justru berubah menjadi tantangan bernuansa seksual.

"Namun tanpa alasan yang jelas, dan tanpa diketahui korban sebelumnya, arah mainan ToD malah berubah menjadi 'dare' yang bernuansa seksual dan mesum," lanjut keterangan tersebut.

Korban yang merupakan satu-satunya perempuan mulai menjadi sasaran.

Ia disebut kerap “dijatuhkan” agar selalu kalah dan setiap kekalahan membuat tantangan yang diberikan semakin tidak pantas.

Sampai akhirnya korban dipaksa membuka pakaian.

"Karena game undercover ini dimainkan secara tim, korban yg merupakan perempuan sendiri diantara para pelaku, sering dijatuhkan dan dibuat selalu kalah. Setiap kali kalah, 'dare' yang diberikan selalu semakin tidak pantas dan semakin mengarah ke pelecehan,” tulis unggahan itu. 

“Sampai akhirnya korban dipaksa untuk membuka baju oleh para pelaku yang secara sadar tanpa pengaruh alkohol maupun obat-obatan terlarang," sambungnya.

Saat korban menolak, situasi memburuk.

Ia berteriak dan berusaha melawan ketika beberapa temannya memegang tangan, kaki, dan menutup mulutnya.

"Tangan dan kaki korban dipegang erat, mulut korban ditutup, dan mereka memaksa korban mengikuti ‘dare’ tersebut sambil terus berusaha membuka,” tulis unggahan itu. 

Yang lebih menyakitkan, mereka bahkan melontarkan beberapa kata verbal yang menyinggung dengan dalih “bercanda” dan "sportivitas" permainan untuk mengikuti hukuman.

“Dengan seluruh tenaga yang dipunyai, korban berusaha melawan dengan teriak meskipun mulutnya ditutup, dengan berusaha menjambak, menggigit, mencakar, dan berontak untuk melepaskan diri dari para pelaku," tulis keterangan itu.

Sudah dilaporkan

UNS langsung merespons laporan tersebut.

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UNS, Ismi Dwi Astuti, membenarkan bahwa kasus ini telah masuk dalam proses penyelidikan.

"Kasusnya sudah dilaporkan ke Satgas, pada 1 Desember, dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan," ujar Ismi. 

Dia tidak merinci jumlah terlapor dan saksi.

"Kami tidak menetapkan jumlahnya. Mengacu pada regulasi, yang akan dimintai keterangan adalah pelapor, terduga korban, para saksi dan terlapor," jelasnya.  

"Pelapor tidak selalu korban. Kami belum bisa menyampaikannya disini," imbuhnya. (Tribunsolo.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved