Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Tips Respati Ardi Buat Warga Solo Cegah Super Flu: Biasakan Istinsyaq dan Istintsar

Pemkot Surakarta juga telah menyiagakan 17 puskesmas, satu labkesda, dan dua RSUD untuk antisipasi penyakit super flu.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI TRIBUN JATENG
SUPER FLU - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Pemkot Surakarta telah menyiagakan 20 fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi masuknya kasus penyakit super flu. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi memberikan tips mudah untuk terhindar dari penyakit super flu.

Tak dimungkiri, munculnya istilah super flu mengakibatkan kekhawatiran sebagian masyarakat, tak terkecuali di Kota Surakarta.

Meskipun demikian, pemerintah berulang kali mengedukasi ke masyarakat agar tidak panik secara berlebihan.

Sebagai langkah antisipasi dini, Pemkot Surakarta juga telah menyiagakan 20 fasilitas kesehatan (faskes).

Fasilitas tersebut terdiri dari 17 Puskesmas, satu laboratorium kesehatan daerah (Labkesda), dan dua RSUD yang siap melayani masyarakat. 

Baca juga: Kendal Tornado Hengkang dari Stadion Jatidiri Semarang, Homebase Pindah di Sriwedari Solo

Nasib Pilu Wanita Sukoharjo Korban Love Scamming, Utang Menumpuk Hingga Psikologis Kian Terpuruk

Hindari Kaligawe Semarang Mulai 10 Januari 2026, Ada Proyek Peninggian Jalan

Sesuai data Kemenkes, penyakit super flu tersebut telah ditemukan di beberapa provinsi di Indonesia. 

Bahkan kasus terbanyak adalah provinsi tetangga, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat.

"Puskesmas-puskesmas, satu labkesda dan dua RSUD, insya Allah selalu siap," kata Wali Kota Surakarta, Respati Ardi seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (8/1/2026).

Selain itu, Respati Ardi mengimbau warga untuk membiasakan istinsyaq dan istintsar sebagai antisipasi pencegahan penyakit super flu.

Istinsyaq adalah menghirup air ke dalam hidung hingga terasa sampai pangkal hidung.

Sedangkan istintsar adalah mengeluarkan air secara kuat dari hidung.

Aktivitas ini dinilai baik untuk membersihkan lendir dan kotoran dalam hidung.

Respati Ardi menambahkan masyarakat tidak perlu panik dengan super flu karena penanganannya sama seperti flu biasa.

"Jangan panik. Ini perlu menjaga kesehatan secara baik."

"Sering-sering istinsyaq dan istinsar. Insya Allah akan terhindar dari flu," katanya.

Asal-usul Istilah Super Flu

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved