Berita Solo
Respati Ingatkan Pelaku Kuliner di Solo Tidak "Nuthuk" Wisatawan Selama Libur Lebaran
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi meyakini bakal banyak pelancong atau wisatawan yang datang selama libur Lebaran 2026 di Kota Begawan ini.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi meyakini bakal banyak pelancong atau wisatawan yang datang selama libur Lebaran 2026 di Kota Begawan ini.
Bahkan dia memprediksi ada kenaikan sekira lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data, pada 2025 terdapat sekira 333.000 wisatawa yang datang.
Berkait hal itu, dirinya pun mewanti-wanti seluruh pihak untuk bisa bekerja sama, khususnya para pelaku kuliner.
Baca juga: Angkringan Gratis Diserbu Pemudik di Rest Area KM 429 Tol Semarang-Solo
Pemkot Surakarta mengingatkan agar pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar (nuthuk) selama libur Idulfitri.
Sebab menurutnya, momentum libur panjang Lebaran masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk datang ke Surakarta, terutama dengan beragam destinasi dan wisata kuliner yang tersedia.
Respati Ardi lantas menegaskan pentingnya menjaga harga tetap wajar.
Dia juga mendorong pelaku usaha memberikan promo atau diskon untuk menarik minat wisatawan.
"Kami juga mengimbau untuk para pelaku usaha prabu wisata kuliner apapun mohon dapat menyesuaikan harga tidak aji mumpung."
"Saya berharap justru ini menjadi momentum untuk menawarkan promosi agar wisatawan bisa kembali ke Surakarta," ungkap Respati Ardi seperti dilansir dari TribunSolo.com, Sabtu (21/3/2026).
Menurutnya, strategi memberikan diskon justru lebih efektif untuk meningkatkan kepuasan pengunjung dan mendorong mereka kembali berkunjung di masa mendatang.
Siap Tindak Tegas
Baca juga: Siap-siap Mudik! Tol Solo-Yogya Segmen Prambanan–Purwomartani Dibuka Gratis Mulai 16 Maret 2026
Sejauh ini, Pemkot Surakarta belum menerima laporan terkait lonjakan harga kuliner maupun tarif parkir selama dua hari awal Lebaran.
Namun, Respati Ardi menegaskan pihaknya terbuka terhadap aduan masyarakat dan siap mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.
"Insya Allah semoga tetap stabil terjaga dan apabila ada aduan terkait harga yang melambung tinggi tidak sesuai kewajaran, silakan hubungi kami, kami akan tindak tegas," lanjut dia.
Respati memprediksi, lonjakan aktivitas warga dan wisatawan akan terjadi mulai Sabtu (21/3/2026) malam hingga Senin (23/3/2026).
Dia menyebut adanya dua pelaksanaan salat Idulfitri membuat pergerakan masyarakat menjadi lebih tersebar.
"Target kami naik lima persen, tapi kami melihat karena ada dua salat Idulfitri. Konsentrasinya masyarakat terpecah, kemudian akan ada ribbon atau titik ramai di H+1 dan H+2," pungkasnya. (*)
Sumber TribunSolo.com
| Pertina Jateng Dorong Solo Jadi Pemasok Petinju Potensial |
|
|---|
| Fantasi Liar Pemuda Mabuk di Solo, Lompat dari Jembatan Jurug karena Penasaran Meninggal atau Tidak |
|
|---|
| Jangan Lewatkan, Ada Festival Balon Udara di Solo, Minggu 17 Mei 2026 |
|
|---|
| Tiga Percobaan Bunuh Diri Terjadi di Jembatan Jurug Solo Kurang dari Sebulan |
|
|---|
| Solo Terancam Krisis Guru ASN, Disdik Soroti Larangan Honorer Mengajar di Sekolah Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250925_Wali-Kota-Solo-Respati-Ardi-usulkan-orang-tua-awasi-BGN_1.jpg)