Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Respati Ardi Tanggapi Namanya Dicatut Coffee Shop Jalan Slamet Riyadi Solo: Lagi Tren

Tak cuma fasilitas publik, beberapa proyek juga disinyalir mencatut nama Wali Kota Surakarta untuk mengakomodasi kepentingan tertentu.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI TRIBUN JATENG
CATUT NAMA - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Viral dugaan pencatutan nama Respati Ardi oleh coffee shop Jalan Slamet Riyadi Kota Surakarta. 

Ringkasan Berita:
  • Nama Wali Kota Surakarta, Respati Ardi diduga dicatut oleh sebuah coffee shop di Jalan Slamet Riyadi Surakarta.
  • Respati Ardi mengklaim tak heran atas pencatutan namanya dan seakan menjadi tren oleh para oknum demi kepentingan pribadi maupun golongannya.
  • Secara umum, Respati tegas jika tak akan pernah memberikan izin sekecil apapun dalam penggunaan yang tidak sesuai aturan.

 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi tak heran jika banyak pihak mencatut namanya untuk kepentingan kelompok, golongan, atau pribadi tertentu.

Seperti halnya hasil temuan Anggota DPRD Kota Surakarta di sebuah coffee shop Jalan Slamet Riyadi belum lama ini.

Tak sekadar mencatut nama Respati Ardi, karyawan pada coffee shop tersebut juga menggunakan atribut Pemkot Surakarta.

Baca juga: Viral Karyawan Coffee Shop Pakai Atribut Pemkot Surakarta, Catut Nama Respati Ardi

Tatapan Kosong Ayah Setibanya Jenazah di Wonogiri, Ristuti Korban Kecelakaan KA di Bekasi

Ya, belakangan menjadi sorotan salah satu pegawai coffee shop di Jalan Slamet Riyadi mencatut nama Wali Kota Surakarta, Respati Ardi setelah kedapatan melanggar aturan penggunaan city walk.

Respati Ardi lantas menegaskan dirinya tak pernah merestui penggunaan yang tak sesuai aturan tersebut.

“Intinya saya pribadi tidak pernah memberikan izin atau dukungan khusus."

"Silakan jika ingin mendirikan usaha, tetapi harus sesuai aturan,” ungkap Respati Ardi seperti dilansir dari TribunSolo.com, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, belakangan ini memang mencatut namanya di berbagai bentuk kepentingan kerap terjadi.

Tak hanya penggunaan fasilitas publik, sejumlah proyek juga disinyalir mencatut namanya untuk mengakomodasi kepentingan tertentu.

“Memang saya dengar sedang ada tren menggunakan nama Mas Wali."

"Tren menggunakan nama Mas Wali di seluruh sektor. Dari parkir, coffee shop, PKL, mau dari proyek, pemerintah, pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena ini bukanlah hal baru dan sering dilakukan oleh oknum pegawai maupun orang lain untuk kepentingan pribadi.

Dia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya, karena hal tersebut tidak serta merta selalu berkaitan dengan dirinya. 

“Ini adalah kebiasaan lama para oknum pejabat bertugas dan masyarakat yang mementingkan kepentingannya sendiri,” katanya. 

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved