Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

1.360 Pemanah Tuntaskan Kejurnas Antarklub MilkLife Archery Challenge 2025 di Kudus

Kejurnas Panahan Antarklub 2025 bertajuk MilkLife Archery Challenge baru pertama kali digelar tahun ini di Kabupaten Kudus selama 11 hari

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
KEJURNAS PANAHAN - Sejumlah atlet panahan menarik busur panah dalam Kejuaraan Nasional Panahan Antarklub 2025 MilkLife Archery Challenge di Supersoccer Arena, Kudus, 9-19 Desember 2025. Diikuti 1.360 atlet dari 116 klub panahan berbagai daerah di Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Cabang olahraga panahan menjadi satu di antara cabang olahraga lainnya di Indonesia yang bisa diandalkan pada kompetisi internasional.

Pembinaan atlet panahan nasional melalui Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) kini sudah mulai membuahkan hasil.

Panahan Indonesia bahkan sudah berbicara di ajang internasional dengan menyumbang medali emas dari berbagai kompetisi.

Di mana prestasi panahan Indonesia tidak bisa terlepas dari kejuaraan-kejuaraan nasional sebagai wadah pembibitan atlet. Seperti contoh Kejuaraan Nasional Panahan Antarklub 2025 bertajuk MilkLife Archery Challenge.

Lahirnya kejuaraan tersebut merupakan inovasi kompetisi di level nasional guna memperkaya sistem pembibitan atlet panahan Indonesia.

Kejurnas Panahan Antarklub 2025 bertajuk MilkLife Archery Challenge baru pertama kali digelar tahun ini di Kabupaten Kudus selama 11 hari.

Baca juga: Takluk Pada Indonesia di Final Bulutangkis SEA Games Bikin Nyesek Malaysia: Padahal Bertabur Bintang

Terdapat 1.360 atlet dari 116 klub panahan dari berbagai daerah mengikuti kompetisi yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife berkolaborasi dengan PB Perpani. Kompetisi berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus sejak 9 - 19 Desember 2025.

Para atlet panahan terbaik masing-masing klub dari berbagai daerah datang guna menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah arena.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak menyampaikan, penyelenggaraan Kejurnas Panahan Antarklub 2025 bertujuan guna memperkuat struktur kompetisi panahan di Indonesia.

Diharapkan, melalui ajang yang didukung oleh Djarum Foundation dan MilkLife ini lahir talenta-talenta panahan berkualitas dan kelak dapat membela Indonesia di kejuaraan internasional.

Razak menegaskan, Kejurnas Antarklub 2025 merupakan kompetisi level nasional pertama yang diikuti klub-klub panahan. Sskaligus menjadi salah satu bentuk inovasi dari PB Perpani sebagai modal penting untuk memperkuat fondasi prestasi nasional di cabor panahan.

Di satu sisi, lanjut dia, kompetisi ini juga memperluas kesempatan atlet muda menguji kemampuan dan menambah jam terbang mereka dalam pertandingan level nasional.

"Nantinya diharapkan dapat melahirkan bibit atlet berkualitas yang bisa memperkuat Indonesia ketika melakoni kejuaraan internasional, seperti Sea Games dan Olimpiade," terangnya.

Di tahun pertamanya, MilkLife Archery Challenge Kejurnas Panahan Antarklub 2025 mempertandingkan empat divisi yakni Nasional, Compound, Recurve, dan Barebow.

Divisi Nasional terbagi dalam empat kelompok usia yakni U10, U13, U15, dan U18. Sedangkan divisi Compound dan Recurve terdiri dari empat kelompok usia, meliputi U13, U15, U18, dan umum. Sementara dibisi Barebow memainkan kelas dengan batasan usia peserta rata rata di atas 30 tahun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved