Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Otomotif

Sosok Stephanus Widjanarko Lulusan ITB yang Kini Duduki Jabatan Penting di Tim Balap Formula 1

Nama Stephanus Widjanarko menjadi salah satu representasi keberhasilan putra Indonesia di panggung tertinggi dunia balap Formula 1.

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
FORMULA 1 - Stephanus Widjanarko orang Indonesia yang saat ini menduduki posisi penting di tim Formula 1 Cadillac. Dok Otorian 

Ringkasan Berita:
  • Stephanus Widjanarko merupakan lulusan Teknik Mesin ITB yang sukses menembus dunia Formula 1 melalui jalur akademik dan profesional yang panjang.
  • Kariernya berkembang dari sektor energi dan kedirgantaraan hingga menjadi aerodynamicist inti di tim Formula 1.
  • Kini, Stephanus memegang peran strategis sebagai lead engineer aero development Cadillac Formula 1 untuk musim 2026.

TRIBUNJATENG.COM - Nama Stephanus Widjanarko menjadi salah satu representasi keberhasilan putra Indonesia di panggung tertinggi dunia balap Formula 1.

Latar belakangnya sebagai lulusan teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan bahwa talenta insinyur Tanah Air mampu bersaing secara global melalui kompetensi teknis, konsistensi, dan perjalanan karier yang panjang.

Perjalanan Stephanus menuju Formula 1 bukanlah hasil instan.

Ia meniti jalur profesional secara bertahap, dimulai dari dunia akademik, industri energi, hingga akhirnya masuk ke jantung pengembangan teknologi balap paling prestisius di dunia.

 

Latar Akademik dan Awal Karier

Berdasarkan profil profesionalnya, Stephanus Widjanarko merupakan alumni Teknik Mesin ITB angkatan 2004.

Selama masa kuliah, ia mencatatkan prestasi akademik menonjol hingga terpilih sebagai mahasiswa terbaik di program studinya.

Pendidikan sarjana ia tuntaskan pada 2008 dengan tugas akhir yang mengkaji sistem kopling mesin mobil.

Fokus akademik tersebut selaras dengan orientasi Teknik Mesin ITB yang menyiapkan lulusannya untuk terjun ke dunia industri, termasuk sektor otomotif.

Bekal inilah yang menjadi fondasi awal Stephanus dalam membangun karier profesional.

Baca juga: Dari Mahasiswi Rantau ke Dunia Open BO Online Semarang: Kisah Anita "Jualan" di Aplikasi X

Baca juga: Kisah Miris Pendidikan di Blora, Fifi Guru Olahraga Bertahan Hidup dengan Gaji Rp 200 Ribu per Bulan

Usai lulus, Stephanus memulai langkahnya di sektor minyak dan gas.

Pada pertengahan 2008, ia mengikuti program magang sebagai drilling engineer di Chevron Balikpapan.

Pengalaman ini memberinya pemahaman langsung mengenai penerapan ilmu teknik mesin dalam skala industri besar dan kompleks.

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved