Jawa Tengah
Lapangan Berstandar Internasional Jadi Motor Pembibitan Atlet Padel Jateng Menuju PON 2028
Perkembangan olahraga padel di Jawa Tengah tidak hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah lapangan, tetapi juga meningkatnya kualitas fasilitas.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM - Perkembangan olahraga padel di Jawa Tengah tidak hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah lapangan, tetapi juga meningkatnya kualitas fasilitas yang mendukung pembinaan atlet.
Kehadiran lapangan berstandar Federasi Internasional Padel (FIP) dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam proses mencetak atlet-atlet baru yang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ketua Pengprov Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Tengah, Arganto C. Wibowo, mengatakan pembinaan atlet usia dini kini menjadi fokus utama organisasi seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga padel, termasuk dari kalangan anak-anak dan remaja.
Menurutnya, fasilitas berstandar internasional memberikan ruang yang ideal bagi para atlet muda untuk berlatih dan berkembang dengan kualitas permainan yang sesuai standar kompetisi dunia.
Baca juga: Kisah Ngadiyono Jemaah Haji Asal Jepara Lawan Penyakit Paru-paru, Kini Dimakamkan di Makkah
Baca juga: Berhasil Bawa Kendal Tornado FC ke Papan Atas Musim Lalu, Kontrak Stefan Keeltjes Diperpanjang
“Pembinaan atlet harus dimulai sejak dini. Karena itu kami mulai menggencarkan turnamen kelompok umur agar muncul bibit-bibit baru yang memiliki mental dan kemampuan bertanding sejak awal. Kehadiran fasilitas yang baik tentu sangat membantu proses tersebut,” ujar Arganto dalam keterangan tertulis Sabtu (6/6/2026).
Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah Portres Padel Arena yang saat ini memiliki tujuh lapangan padel berstandar internasional, termasuk satu Adidas Court yang telah memenuhi spesifikasi FIP.
Arganto menilai keberadaan lapangan tersebut dapat menjadi sarana penting dalam mencetak atlet-atlet potensial Jawa Tengah.
“Kami berharap kehadiran Portres Padel Arena, yang saat ini menjadi lapangan padel terbesar di Jawa Tengah, mampu melahirkan bibit-bibit atlet baru melalui akademi maupun program pembinaan lainnya,” katanya.
Selain menyiapkan regenerasi atlet, PBPI Jateng juga tengah mempersiapkan kekuatan untuk menghadapi PON 2028. Proses pembinaan dilakukan di berbagai kota dan kabupaten dengan memanfaatkan semakin banyaknya fasilitas padel yang tersedia.
Saat ini, berdasarkan pendataan PBPI Jateng, terdapat sekitar 80 titik lapangan padel yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Dengan rata-rata setiap klub memiliki empat lapangan, jumlah court yang tersedia diperkirakan telah mencapai ratusan.
Pertumbuhan infrastruktur tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pembinaan atlet. Dari berbagai daerah itulah nantinya akan dilakukan seleksi guna membentuk tim Jawa Tengah yang diproyeksikan tampil pada PON 2028.
“Nantinya kami akan melakukan seleksi atlet-atlet daerah untuk membentuk tim Jawa Tengah. Pada akhir tahun ini kami akan menetapkan atlet-atlet yang kemudian menjalani program pelatihan lanjutan agar memiliki peluang lebih besar bersaing di PON 2028,” jelas Arganto.
Ia menambahkan, kualitas lapangan juga berpengaruh terhadap kesiapan atlet menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Dengan berlatih di lapangan yang telah memenuhi standar internasional, atlet dapat terbiasa dengan kondisi pertandingan yang sesungguhnya.
| Pemprov Jateng Batasi Pengembang Perumahan di Lahan Persawahan |
|
|---|
| Pemprov Jateng: Dari 2440,12 KM Jalan Provinsi yang Rusak Tidak Sampai 50 persen |
|
|---|
| Kritik Galian C Kendal Ramai di Medsos, Benny Karnadi Persilakan Warga Bersuara: Tak Ada Pemanggilan |
|
|---|
| "September Kami Maksimalkan" Janji Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Perbaiki Jalan Randublatung - Cepu |
|
|---|
| Bulog Jateng Serap 237 Ribu Ton Gabah-Beras Petani, Dukung Rekor Nasional 3 Juta Ton |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260606_PADEL-Atlet-sedang-bermain-Padel.jpg)