Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 4

Perkara Saham Bikin Nasib PSCS Cilacap Makin Tak Jelas

Masa depan PSCS Cilacap di kompetisi Liga 4 kembali menjadi perbincangan hangat seiring belum adanya kepastian terkait proses

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
NASIB TAK JELAS - Kelanjutan PSCS Cilacap di Liga 4 kembali menjadi sorotan setelah proses penyelamatan klub belum juga menemukan titik terang. Dok PSCS Cilacap 

Ringkasan Berita:
  • Masa depan PSCS Cilacap di Liga 4 masih tidak pasti karena proses penyelamatan klub belum menunjukkan perkembangan signifikan.
  • Pemerintah Kabupaten Cilacap telah memfasilitasi komunikasi antara manajemen, pemilik saham, dan calon investor namun terbatas sebagai mediator.
  • Ketidakjelasan status saham membuat calon investor ragu sehingga beberapa pihak menarik minat untuk berinvestasi di PSCS.

 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Masa depan PSCS Cilacap di kompetisi Liga 4 kembali menjadi perbincangan hangat seiring belum adanya kepastian terkait proses penyelamatan klub.

Hingga kini, langkah untuk menata ulang manajemen PSCS masih berjalan di tempat.

Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk membantu menjembatani komunikasi semua pihak yang berkepentingan.

Menurutnya, pemerintah hanya dapat berperan sebagai fasilitator demi menyelamatkan klub yang menjadi kebanggaan masyarakat Cilacap tersebut.

Syamsul mengungkapkan, sejak awal pihaknya aktif mengumpulkan manajemen, pemilik saham, serta calon investor yang tertarik menanamkan modal di PSCS.

“Kami sudah berupaya memfasilitasi teman-teman, termasuk saat Mas Suhud ditunjuk Pak Gede sebagai pengelola mayoritas,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong pembentukan konsorsium penyelamat PSCS dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menunjukkan ketertarikan.

Namun, proses itu terkendala oleh ketidakjelasan status kepemilikan saham.

Baca juga: 13 Desa Wisata Semarang Unjuk Daya, Wonolopo Tawarkan Edukasi Jamu hingga Kampung Usaha

“Ketika perusahaan menanyakan apakah saham sudah dibayarkan, saya minta semuanya dikonfirmasi ke para pemegang saham, karena pemerintah tidak boleh membiayai langsung,” katanya.

Syamsul menilai, informasi yang tidak transparan terkait struktur saham berdampak pada menurunnya minat calon investor, hingga beberapa di antaranya memilih mundur.

“Saya sudah sampaikan ke pihak yang mau membantu, tetapi mereka ragu karena belum ada kepastian, sehingga prosesnya berhenti,” ucapnya.


Syamsul menyebut situasi menjadi semakin rumit setelah laporan baru muncul di tengah penandatanganan kesepakatan pembelian saham.


“Kami mendapat laporan yang membuat teman-teman Laskar dan perwakilan suporter yang ingin menyelamatkan PSCS merasa ada ketidak konsistenan dari pemilik saham mayoritas,” ujar Syamsul.


Ia menegaskan pemerintah sudah menyiapkan langkah pendukung, termasuk perbaikan Stadion Wijayakusuma sebagai bentuk keseriusan menjaga keberlanjutan PSCS.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved