Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Khairul Anwar Soroti Mahal dan Kusutnya Kompetisi di Jateng: Ini Harus Dibenahi Total

Calon Ketua Asprov PSSI Jateng, Khairul Anwar menyoroti persoalan mahalnya biaya penyelenggaraan kompetisi

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
Calon Ketua Asprov PSSI Jateng, Khairul Anwar 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Calon Ketua Asprov PSSI Jateng, Khairul Anwar menyoroti persoalan mahalnya biaya penyelenggaraan kompetisi serta lemahnya tata kelola pertandingan di Jawa Tengah. 

Menurutnya, keluhan itu muncul hampir di semua Askab dan Askot yang merasa terbebani ketika hendak mengikuti kompetisi resmi Asprov.

Beberapa waktu terakhir, Khairul juga aktif menampung keluhan dari sejumlah Askab dan Askot di Jawa Tengah.

Baca juga: Roadshow ke Daerah, Calon Ketum Asprov PSSI Jateng Khairul Anwar Tampung Curhatan Pengurus

“Banyak keluhan soal biaya kompetisi yang mahal dan tidak transparan. Teman-teman di Askab dan Askot selalu bilang hal yang sama: biaya tinggi, tapi mereka tidak jelas mendapatkan apa. Ini harus dibenahi total kalau kita ingin kompetisi yang sehat,” ujarnya.

Khairul menyebut bahwa masalah biaya bukan satu-satunya yang menghambat.

Di balik itu, terdapat isu lebih besar, misalnya standar penyelenggaraan pertandingan yang tidak merata, kualitas perangkat pertandingan yang belum seluruhnya kompeten, hingga jadwal kompetisi yang tidak pasti.

“Kompetisi butuh kepastian. Jadwal harus jelas sejak awal musim, perangkat pertandingan harus berkualitas, dan semua harus berjalan dengan standar yang bisa dipertanggungjawabkan. Selama ini, banyak hal yang masih berubah-ubah. Ini mengganggu klub, mengganggu program pembinaan, dan membuat kompetisi tidak berkembang,” tegasnya.

Sebagai seseorang yang sudah lama terlibat dalam struktur sepak bola, Khairul mengaku mendengar langsung betapa beratnya beban yang ditanggung klub amatir di Jateng. 

Banyak klub terpaksa membatasi kegiatan pembinaan karena dana habis untuk mengikuti kompetisi yang belum efisien.

“Padahal, tugas Asprov itu mempermudah, bukan mempersulit. Kalau kompetisinya efektif, biaya terukur, dan mutunya baik, klub bisa fokus ke pembinaan. Sekarang banyak klub merasa tidak punya pilihan selain mengorbankan pembinaan,” jelasnya.

Khairul menambahkan bahwa ia ingin menciptakan mekanisme kompetisi yang lebih adil, murah, dan transparan, termasuk membuka kembali diskusi dengan Askab/Askot untuk menentukan format terbaik.

“Saya ingin semua biaya diumumkan secara terbuka, dan semua program disusun bersama Askab/Askot. Transparansi itu wajib. Kita juga harus memperbaiki kualitas wasit, match commissioner, dan perangkat lain. Tanpa itu, kompetisi tidak akan naik kelas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kompetisi yang sehat adalah fondasi dari prestasi. Jika fondasi rapuh, mustahil Jawa Tengah menargetkan prestasi tinggi di level nasional, apalagi internasional.

“Kompetisi itu jantungnya sepak bola. Kalau jantungnya tidak sehat, seluruh tubuh ikut sakit. Maka ini prioritas saya, benahi kompetisi Jateng dari hulunya, bukan hanya dari permukaannya,” tegasnya.

Diketahui, Khairul Anwar pernah membidangi Komisi banding Asprov PSSI Jateng periode 2017-2021, kemudian Komdis PSSI pusat era kepemimpinan Iwan Bule, dan saat ini berstatus Anggota Exco PSSI pusat era kepemimpinan Erick Thohir.

Di bagian lain, Khairul juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Pertina Jawa Tengah saat ini. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved