Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 4 Jawa Tengah

PSIR Rembang Terancam Diskualifikasi Buntut Ricuh Lawan Persak Kebumen

PSSI berharap putusan sanksi maksimal dapat diberikan kepada PSIR Rembang karena dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

Tayang:
Istimewa/INSTAGRAM PSIR REMBANG
RICUH - Dokumentasi informasi laga babak Semifinal Liga 4 Jawa Tengah Leg Kedua, PSIR Rembang Vs Persak Kebumen, Kamis (12/2/2026) di Stadion Krida Rembang. Laga tersebut diwarnai ricuh dan berimbas pemberian sanksi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Plt Ketua PSSI Jawa Tengah, Ahmad Riyadh menyayangkan kerusuhan pada pertandingan babak Semifinal Leg Kedua, PSIR Rembang Vs Persak Kebumen, Kamis (12/2/2026) di Stadion Krida Rembang.

Pada pertandingan tersebut, tim tamu Persak Kebumen keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 0-2 atas tuan rumah PSIR Rembang.

Persak Kebumen unggul aggregat 1-3 dan memastikan diri lolos ke babak Final Liga Jateng 2025-2026.

Baca juga: Pupus Sudah Mimpi Warga Banyumas, Persibas Tumbang di Persak Kebumen

BREAKING NEWS, Pemprov Jateng Bakal Beri Relaksasi Opsen Pajak Kendaraan 5 Persen

Pertandingan penting yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fair play serta mematuhi Regulasi Kompetisi dan Kode Disiplin PSSI yang sudah ditentukan berubah menjadi kebrutalan massal di lapangan dan luar lapangan. 

Peristiwa sangat memalukan dan merusak citra dan marwah sepak bola nasional, ketika kekerasan dilakukan terhadap perangkat pertandingan oleh berbagai pihak di Stadion Krida Rembang.

Atas berbagai kejadian ini, semua tidak lagi dapat ditolerir.

Sehingga, PSSI Jawa Tengah mengambil langkah hukum dengan menegakkan Regulasi Kompetisi dan Kode Disiplin PSSI di sepak bola, serta memproses ke jalur hukum di luar sepak bola melalui prosedur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Berkaitan penerapan Regulasi Kompetisi dan Kode Disiplin sepak bola, Komdis PSSI Jawa Tengah akan memutuskan sanksi atas kejadian ini sesuai regulasi diberikan kepada tim (klub) dan individu (pemain, ofisial) yang terlibat."

"Serta hukuman kepada Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) atas buruknya penyelenggaraan pertandingan hingga terjadi hal yang demikian,” ucap Ahmad Riyadh, Jumat (13/2/2026).

Komdis PSSI Jawa Tengah sedang melakukan sidang untuk memastikan penerapan sanksi yang diberikan, sesuai fakta dan data yang telah dikumpulkan serta saksi-saksi yang dimintai keterangan.

PSSI berharap putusan sanksi maksimal dapat diberikan, mengingat kejadian tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

"Dengan harapan, kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali di waktu mendatang."

"Sebab hal tersebut bukan saja mencoreng nama sepak bola Jawa Tengah, tetapi lebih dari itu. Hal ini menjadi citra buruk persepakbolaan secara nasional," Kata Ahmad Riyadh.

PSIR Rembang Diskualifikasi

Baca juga: Rizal Ceritakan Detik-detik Dirinya Diterjang Tendangan Kungfu Kiper PSIR Rembang: Kepikiran Ibu

Warga Beramai-ramai Bikin Gerakan Tolak Bayar Pajak, Kepala Bapenda Jateng Bungkam

Di sisi lain, PSSI pusat mendesak hukuman diskualifikasi untuk tuan rumah PSIR Rembang.

Exco PSSI Muhammad Sungkar mengatakan, tidak hanya kepada individu, namun juga terhadap klub PSIR Rembang hingga diskualifikasi pada Liga 4 Seri Nasional. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved