Berita Kabupaten Tegal
Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, Relawan Bencana Kabupaten Tegal Perkuat Kesiapsiagaan
Pemerintah Kabupaten Tegal memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di tengah musim hujan
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Forum Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana (FKRPB) kembali memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di tengah musim hujan yang masih berlangsung.
Informasi tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tegal Ahmad Kholid, saat berlangsung Pertemuan Rutin dan Silaturahmi Relawan Penanggulangan Bencana, di Padepokan Wulan Tumanggal Paneker, Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Minggu (25/1/2026).
Menurut Ahmad Kholid, keberadaan relawan sangat penting dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana yang datang tak terduga, terutama di tengah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan dengan intensitas tinggi seperti saat ini.
Kabupaten Tegal memiliki sedikitnya 137 titik rawan bencana yang tersebar di 18 kecamatan.
Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.
Ia berharap jumlah relawan kebencanaan di Kabupaten Tegal dapat terus bertambah, sehingga kapasitas penanggulangan bencana semakin kuat dan merata di seluruh wilayah.
“Relawan adalah orang-orang luar biasa. Lebih dari 1,7 juta jiwa penduduk Kabupaten Tegal, hanya sekitar 300 orang yang terdata sebagai relawan kebencanaan. Jumlahnya memang kecil, tetapi kontribusinya sangat besar dan sangat berarti sebagai garda terdepan ketika masyarakat tertimpa musibah," ungkap Ahmad Kholid, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (26/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Kholid menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh relawan penanggulangan bencana yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu masyarakat.
Kholid menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung upaya penguatan relawan kebencanaan di Kabupaten Tegal.
“Relawan hadir tanpa pamrih, tanpa meminta imbalan, dan selalu siap kapanpun dibutuhkan. Semoga para relawan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini," tutur Ahmad Kholid.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal Muhammad Afifudin, mengingatkan intensitas hujan masih berpotensi tinggi hingga awal Februari 2026.
Ia menyebut dalam beberapa hari terakhir, kawasan kaki Gunung Slamet di wilayah Brebes, Pemalang, Purbalingga, hingga Banyumas dilanda bencana serius, bahkan menimbulkan korban jiwa.
“Di Kabupaten Tegal tidak ada korban jiwa. Meski demikian, beberapa wilayah seperti Bojong, Bumijawa, Guci, Batunyana, dan Gunungjati terdampak longsor maupun pohon tumbang, dan semuanya telah tertangani berkat kecepatan relawan dan unsur terkait,” jelas Afifudin.
Afifudin juga mendorong pemerintah desa untuk membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) serta mengalokasikan dukungan anggaran bagi relawan meski dalam keterbatasan.
“Relawan itu datang tanpa diundang dan pulang tanpa mengharapkan penghargaan. Kami bangga dan terus semangat,” tegasnya.
| Hari Jadi ke-425, Bupati Ischak: Pembangunan Tegal Tunjukkan Kemajuan dan Stabilitas |
|
|---|
| Hari Jadi ke-425, Ketua DPRD Kawal Visi-Misi Bupati Tegal Agar Tercapai Luwih Apik |
|
|---|
| Bupati Ischak Apresiasi Liga Futsal Pelajar sebagai Ajang Cetak Atlet Muda di Kabupaten Tegal |
|
|---|
| 218 Koperasi Merah Putih Dibangun di Tegal, Bupati Ischak: Momentum Bangkitkan Ekonomi Desa |
|
|---|
| Keseruan Warga Tegal Berebut Hasil Bumi di Kirab Tombak Kiai Plered, Jaenaroh: Ngalap Berkah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260126-tegal1.jpg)