Berita Video
Video Demo BEM Soloraya Soroti Program di Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM se-Soloraya menggelar aksi evaluasi setahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Kartosura.
Penulis: Ardianti WS | Editor: Tim Video Editor
TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Berikut ini video Demo BEM Soloraya Soroti Program di Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM se-Soloraya menggelar aksi evaluasi setahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Kartosura , Sukoharjo, Senin (20/10/2025).
Ridwan Nur Hidayat selaku Koordinator BEM se-Soloraya mengatakan aksi tersebut diikuti oleh 10 kampus.
Awalnya, aksi tersebut berlangsung pukul 14.00 WIB, namun pantauan Tribunjateng.com, aksi tersebut baru dimulai pukul 16.45 WIB.
Aksi tersebut menyoroti tentang oligarki politik elit, hak asasi manusia dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Hukum di Indonesia ini masih bisa disalahgunakan oleh politik elit. dengan pelanggaran HAM yang sampai saat ini belum benar-benar bisa diselesaikan. kita melihat MBG, yang dimana program kerja unggulan dari Prabowo memang tujuannya mengangkat stunting, tetapi kita melihat masih banyak sekali yang perlu dievaluasi karena masih banyak yang mengalami keracunan,” ujarnya.
Menurutnya, program MBG harus tetap dikawal agar bisa berjalan sesuai fungsinya.
“Kita tidak menyalahkan programnya, tetapi perlu adanya pengawalan dan perlu adanya pengawasan. Biar program ini benar-benar berjalan sesuai fungsinya. Karena kan tujuannya makan bergizi gratis. Kalau sampai ada yang mendapatkan keracunan, itu sebuah program yang kurang efektif,” ujarnya.
Ridwan Nur Hidayat menyayangkan adanya tindakan represif dari aparat dan pemerintah lantaran ketika aksi demonstrasi, sebanyak 3.000 orang ditangkap.
“Kita masih melihat di negara kita ini, demokrasi tercatat hingga Agustus, ada 3.000 mahasiswa ataupun masyarakat Indonesia yang ditangkap karena adanya aksi masyarakat di tanggal 29 Agustus kemarin. Kita menginginkan bahwa negara ini memiliki demokrasi yang sehat. Kita diperbolehkan menyampaikan pendapat. Tetapi masih banyak sekali tindakan represivitas aparat yang dimana kita menginginkan represivitas aparat ini harus benar-benar hilang. Karena sebagai mahasiswa, sebagai masyarakat, kalau represivitas apara kni masih berlaku, maka banyak sekali pembungkaman,” ujarnya.
BEM Se-Soloraya juga menyoroti oligarki di tatanan pemerintahan dan tindakan korupsi.
“Di negara kita juga saat ini banyak sekali kepentingan-kepentingan yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Tetapi hanya memenuhkan elit-elit global. Korupsi masih banyak. Apalagi terkait dengan perdagangan ekonomi global, itu masih banyak digunakan oleh negara yang bersifat oligarki, yaitu keturunan-keturunan. Ataupun saudara-saudaranya yang diutamakan,” katanya.
Ia mengatakan, langkah terdekat BEM se-Soloraya akan mengirim surat kepada Wapres Gibran untuk mengajak diskusi dan debat.
Menurutnya, menagih janji 19 juta lapangan kerja kepada Gibran merupakan langkah yang tepat di situasi ekonomi yang sulit seperti ini.
“Bulan ini, kita akan mengajak debat Gibran. Kita dari aliansi BEM Soloraya, dengan aliansi teman-teman Semarang, dari Banyumas, itu mau ke Solo juga. Kita akan menanyakan terkait janji Gibran soal 19 juta lapangan kerja yang belum benar-benar terealisasi dengan baik,” ujarnya.
| Video Beberapa Hari Menghilang, Lansia Wonosobo Ditemukan Tak Bernyawa di Area Semak Belakang Rumah |
|
|---|
| Video Detik-detik Truk Hanyut Diterjang Banjir Sungai Bodri Kendal, Warga Tarik ke Pinggiran Kali |
|
|---|
| Video 2 Warga Ngilir jadi Korban Tawuran Gangster di Kendal |
|
|---|
| Video Alasan Jukir Liar Kepruk Rp40 Ribu Wisatawan Kota Lama Semarang: Lupa dan Kondisi Hujan |
|
|---|
| Video Tiga Jukir Liar Kepruk Parkir Rp40 Ribu Wisatawan Kota Lama Semarang Digiring ke Polsek |
|
|---|