Berita Kudus
Bahagia Petani Tebu di Kudus Terima Bantuan Bongkar Ratoon
Petani di Kabupaten Kudus menyambut positif program swasembada gula yang dicanangkan Pemerintah Pusat.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Petani di Kabupaten Kudus menyambut positif program swasembada gula yang dicanangkan Pemerintah Pusat.
Apalagi, dalam program ini juga digulirkan bantuan bagi para petani yang menanam tebu.
Petani yang menanam tebu itu misalnya Kartono.
Baca juga: 2 Kebijakan Pemkab Kudus Ditolak Pedagang Pasar Bitingan, Walkout Saat Sosialisasi Relokasi
Mulai tahun ini dia menanam tebu di lahan seluas dua hektare.
Semula dia hanya menanam satu hektare, sementara yang satu hektare lainnya ditanami singkong.
Namun mulai tahun ini dua hektare lahannya seluruhnya ditanami tebu.
“Ini yang satu hektare bongkar ratoon, sementara yang satu hektare perluasan karena sebelumnya saya tanam singkong,” kata anggota kelompok tani Bangunharjo Wonosoco saat ditemui di lahannya di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (27/11/2025).
“Alhamdulillah, dapat bantuan untuk bibit dan tenaga kerja, meskipun biayanya banyak untuk bongkar ratoon, tapi dapat bantuan sudah bersyukur, mudah-mudahan ada peningkatan hasil panen,” kata Kartono.
Ongkos untuk bongkar ratoon per hektare, kata Kartono, bisa mencapai Rp34 juta.
Ongkos itu digunakan untuk mengolah tanah, menanam ulang tebu, dan pemupukan.
"Untuk satu hektare lahan tebu menghabiskan 2,5 ton pupuk phonska. Alhamdulillah, harga pupuk juga turun 20 persen,” katanya.
Satu hektare lahan milik Kartono yang sudah sejak sebelumnya tertanam tebu kali ini baru dilakukan bongkar ratoon atau peremajaan tanaman sejak empat tahun.
Untuk proses bongkar ratoon ini membutuhkan waktu selama tiga pekan sampai bibit tebu tertanam. Bongkar ratoon ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas panen tebu.
“Kalau sebelumnya satu hektare bisa menghasilkan 60 ton tebu, setelah bongkar ratoon bisa mencapai 80 sampai 90 ton tebu."
"Untuk harga tebu per kuintal Rp75 ribu,” kata Kartono.
Baca juga: JPPA Kudus: 22 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan, Januari-November 2025
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo mengatakan, tebu dinilai sebagai komoditas tanaman strategis dalam bidang perkebunan.
Apalagi, saat ini Pemerintah Pusat menggulirkan swasembada gula.
Tentunya, produktivitas tebu di Kabupaten Kudus perlu untuk ditingkatkan.
Lahan eksisting yang sudah ada di Kudus dan siap ditanami tebu, kata Didik, ada seluas 247 hektare.
Sedangkan untuk menunjang peningkatan produktivitas, ada perluasan lahan pada tahun ini yaitu ditambah 21 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan di Kudus yaitu Kecamatan Jekulo, Dawe, Bae, Gebog, Kaliwungu, Jati, dan Mejobo.
Dalam mendukung program tersebut, kata Didik, pusat memberikan bantuan berupa 60 ribu mata tunas tebu untuk satu hektare lahan.
Selain itu ada bantuan per hektare Rp3.600.000 untuk bongkar ratoon, pengolahan tanah, dan penanaman.
“Dengan ini harapan kami ada peningkatan produksi dan produktivitas tanaman tebu,” kata dia. (*)
| Akun Instagram Polres Kudus Diretas, Diisi Unggahan Promosi Emas Batangan dan Iphone |
|
|---|
| Pembongkaran Bangunan Stadion Wergu Wetan Kudus Dilelang Senilai Rp 969 Juta |
|
|---|
| Waspada Tindakan Kriminal, Bupati Kudus Keluarkan Edaran untuk Pasang CCTV |
|
|---|
| Satu Siswa SMPN 1 Kudus Dapatkan Nilai TKA Matematika Nyaris Sempurna |
|
|---|
| Upacara Hari Lahir Pancasila di Kudus, Bupati Samani: Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251127-_-Bupati-Kudus-Tanam-Tebu-di-Desa-Honggosoco.jpg)