Wonosobo Hebat
KONI Wonosobo Dorong Pemanfaatan Stadion Pancasila Meski Belum Rampung, Ini Alasannya
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Ketua KONI Kabupaten Wonosobo, Khozin menegaskan pentingnya pemanfaatan Stadion Pancasila meskipun pembangunannya belum sepenuhnya rampung.
Stadion Pancasila menjadi salah satu fasilitas umum yang ditunggu-tunggu masyarakat Wonosobo sejak lama.
Menurutnya, penggunaan stadion sembari proses penyempurnaan terus berjalan akan lebih efektif dibanding menunggu hingga seluruh fasilitas selesai.
Baca juga: Bayar PBB Pakai Sampah, Inovasi Desa Talunombo Wonosobo Dapat Apresiasi dari Kemendagri
"Kalau tidak langsung dipakai, penyelesaiannya bisa makin mundur."
"Tapi kalau sambil digunakan, ada kekurangan bisa ngomong dan beri masukan lagi," ungkapnya, Kamis (18/9/2025).
Khozin menyampaikan bahwa penggunaan stadion dapat memacu percepatan penyempurnaan.
Selain itu, jika dibiarkan terlalu lama tanpa aktivitas, rumput stadion bisa kembali tumbuh liar dan merusak kualitas lapangan.
"Kalau tidak digunakan, rumput bisa tinggi-tinggi lagi, seperti dulu," ucapnya.
Stadion sudah mulai digunakan, salah satunya untuk Haornas tahun ini seperti lomba senam.
Dalam waktu dekat, KONI juga akan menggelar turnamen sepak bola antar guru olahraga se-Kabupaten Wonosobo.
Meski demikian, lokasi pertandingan masih dalam kajian, antara menggunakan Stadion Pancasila atau Lapangan Leksono.
Beberapa pertimbangan seperti akses dan kesiapan fasilitas masih menjadi bahan evaluasi.
"Kalau kami minta di stadion, biar meramaikan."
"Tapi teman-teman bilang, kalau di sana masih agak kesulitan."
"Masih kami kaji," ucapnya.
Khozin menyebut, stadion sudah memenuhi standar nasional dari sisi fisik utama.
Namun fasilitas pendukung seperti air, listrik, akses jalan, dan parkir masih jauh dari kata siap.
"Stadionnya sudah standar nasional, tapi fasilitas pendukung memang belum memenuhi syarat," ujarnya.
Ke depan, Stadion Pancasila dirancang menjadi sport center, pusat aktivitas seluruh cabang olahraga di Wonosobo.
Baca juga: 121 Warga Binaan Rutan Wonosobo Ikuti Chest X-Ray, Cara Deteksi Dini Cegah TBC
Saat ini stadion memang baru bisa digunakan untuk sepak bola, tapi KONI berharap semua cabor akan bermarkas di sana, kecuali yang tidak memungkinkan secara teknis seperti paralayang, dayung, arung jeram, dan renang.
"Targetnya 2027, stadion ini sudah jadi sport center untuk semua cabor," ucapnya.
Fasilitas area parkir juga dirancang multifungsi, misalnya untuk latihan panahan dan menembak ketika tidak ada event.
"Dulu memang disetting, kalau tidak ada event, bisa untuk panahan dan menembak," tegasnya.
Khozin juga menyoroti persoalan pengelolaan gedung olahraga indoor atau biasa disebut GOR yang berada satu lokasi dengan stadion tepatnya di sisi atas, saat ini masih berada di bawah naungan Disdikpora.
Hal ini menurutnya menjadi kendala bagi cabor-cabor yang ingin berlatih karena harus membayar kontribusi, padahal gedung olahraga seharusnya menjadi pusat pembinaan.
Pihaknya sudah mengajukan agar pengelolaan gedung olahraga diserahkan ke KONI, dengan skema bahwa KONI yang menanggung kontribusi, agar bisa digunakan untuk pembinaan secara maksimal.
"Cabang olahraga masih setengah hati berlatih di GOR karena harus bayar."
"Kami sudah berkali-kali sampaikan, tolong GOR bisa digunakan tanpa beban."
"Kalau KONI yang kelola, kontribusinya biar KONI yang bayar," jelasnya.
Saat ini, gedung olahraga lebih sering digunakan untuk event atau keperluan bela diri seperti karate, silat, dan taekwondo.
Stadion Pancasila bila digunakan untuk pembinaan ataupun penyelengaraan event-event besar masih belum bisa mengingat fasilitas belum sepenuhnya memadai.
"Kalau pembinaan, kami belum bisa di situ."
"Karena butuh konsentrasi dan fasilitas belum memungkinkan," ujarnya.
Baca juga: SKKP Luncurkan Pembangunan 52 SPPG Program MBG se-Jateng di Wonosobo
Dia mencontohkan cabor aeromodelling Wonosobo sudah menunjukkan prestasi, dengan meraih dua emas di Cepu, namun sampai saat ini masih latihan di lokasi yang tidak resmi.
KONI berharap nantinya latihan bisa dialihkan ke stadion atau kawasan sport center.
Di sisi lain, KONI juga menekankan bahwa olahraga memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi lokal Wonosobo.
"Olahraga memberikan dampak ke kunjungan wisata."
"Sport tourism itu nyata," tegasnya.
Contoh konkret, dia menyebut adalah Kejuaraan Provinsi Jawa Tengah Gateball Yunior Tahun 2025 yang digelar di Leksono, Wonosobo mampu mendatangkan lebih dari 5.000 orang.
"Jumlah orang yang hadir pasti berkali-kali lipat dari atlet yang dikirimkan."
"Biasanya yang datang bisa kelipatan lima."
"Mereka ke Dieng, makan mie ongklok, tempe kemul, nginap di hotel atau rumah warga."
"Semua jadi ramai," terangnya.
Selain itu, industri olahraga juga ikut hidup.
Penjualan kaos, jersey, jaket, sepatu meningkat saat event berlangsung.
Event-event olahraga terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan dan menghidupkan UMKM lokal.
KONI terus mendorong agar pemerintah daerah segera menyelesaikan pembangunan stadion melalui skema multiyears.
Dengan target selesai pada 2027, KONI ingin stadion benar-benar siap menjadi homebase semua cabang olahraga.
Saat ini KONI Wonosobo menaungi 39 cabang olahraga aktif dari total 40 yang terdaftar.
KONI berharap dengan sport center yang terintegrasi nantinya, pembinaan olahraga di Wonosobo semakin intensif dan prestasi atlet lokal dapat bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250912-_-Ketua-Umum-KONI-Kabupaten-Wonosobo-Khozin.jpg)