Wonosobo Hebat

Awas Cuaca Ekstrem di Wonosobo, Bupati Afif Nurhidayat: Perkuat Mitigasi

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
MITIGASI BENCANA - Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Mitigasi dan kesiapsiagaan terus diperkuat Pemkab Wonosobo agar masyarakat dapat terlindungi dari risiko bencana. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir memicu terjadinya bencana alam di berbagai daerah, termasuk di Wonosobo.

Di Wonosobo setidaknya belasan kejadian bencana terjadi dalam sepekan ini.

Kejadian ini mendapatkan perhatian serius Pemkab Wonosobo.

Baca juga: Proyek JLS Kertek Wonosobo Dikebut, Target Jadi Pengurai Kemacetan Saat Mudik Lebaran 2026

Satu Bangunan Pesantren Tak Laik Hasil Asesment, Bupati Wonosobo: Prioritas Keselamatan Santri

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat pun menyampaikan keprihatinannya.

Dia menegaskan bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan akan terus diperkuat agar masyarakat dapat terlindungi dari risiko bencana.

“Tentu kami sangat prihatin dengan kejadian bencana di luar sana, di Wonosobo juga,” ujar Bupati Afif, Minggu (7/12/2025).

Dia menambahkan, peringatan mengenai potensi bahaya hujan dengan intensitas yang lama di Wonosobo perlu diwaspadai.

“Kami sering diingatkan BPBD Wonosobo. Kalau ada hujan dua hari berturut-turut harus waspada karena berdasarkan pengalaman, biasanya ada longsor dan sebagainya," ucapnya.

Menurutnya, setiap bencana selalu memiliki sebab dan akibat yang harus dipahami bersama. Karena itu, Pemkab Wonosobo terus menggencarkan upaya menjaga keseimbangan alam. 

“Di kabupaten sering menggalakkan susur sungai, gerakan tanam pohon yang terus dan harus dilakukan. Itu bagian kami menjaga alam,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi beberapa insiden bencana, termasuk tanah longsor di sejumlah titik. 

“Alhamdulillah, mudah-mudahan selalu dijaga oleh Allah SWT. Ada bencana alam dan tanah longsor, segera kami tangani."

"Pada 2026, kami prioritaskan untuk penanganan tanah longsor dan sebagainya,” tambahnya.

Bupati Afif juga menyebutkan bahwa terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana yang hampir setiap tahun terjadi yakni di Desa Pucungkerep, Kecamatan Kaliwiro.

Pemerintah telah memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di beberapa lokasi rawan seperti Pucungkerep dan titik lain. 

Baca juga: VIRAL, Kantor Layanan PLN Wonosobo Jadi Sorotan, Pukul 14.00 Masih Close

Program Kecamatan Berdaya di Wonosobo, 11 Kecamatan Siap Menyusul, Dukung Visi Jawa Tengah Maju

“Di situ retakannya sudah jalan dan potensi tanah bergerak. Untuk antisipasi, kalau alat bunyi EWS, masyarakat harus menghindari dari lokasi,” tegasnya.

Untuk penanganan jangka panjang, terkait kejadian di Pucungkerep, Kecamatan Kaliwiro, pemerintah masih mempertimbangkan opsi relokasi, karena itu bukan hal yang mudah. 

Meskipun demikian, Pemkab Wonosobo memastikan bahwa langkah-langkah kesiapsiagaan, mitigasi, serta penanganan cepat pascabencana akan terus diperkuat, terutama menghadapi pola cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut. 

Cuaca Ekstrem Wonosobo

Sementara itu di waktu yang berbeda, Koordinator TRC BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, Wonosobo memang berada pada periode cuaca ekstrem.

Beberapa hari ke depan, cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi di Wonosobo.

"Kalau dari BMKG pada 4-10 Desember 2025 ini, Wonosobo masuk cuaca ekstrem," ucapnya.

BPBD menyatakan bahwa seluruh peralatan dan personel sudah berada dalam kondisi siaga sejak adanya peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG. 

Menurut Sabarno, langkah antisipasi memang menjadi prioritas agar penanganan dapat dilakukan cepat di lapangan.

BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, dan angin kencang. 

Dengan prakiraan cuaca ekstrem masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan, koordinasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat diharapkan bisa terus terjalin untuk meminimalkan risiko korban maupun kerusakan. (*)