Wonosobo Hebat

Safari SRA Wonosobo Berlanjut di 292 Sekolah, Pemkab Pastikan Pendidikan Bebas Tiga Dosa Besar

IST/Ist. Diskominfo Wonosobo
SAFARI SEKOLAH RAMAH ANAK - Suasana pelaksanaan Safari Sekolah Ramah Anak (SRA) yang berlangsung di SMPN 2 Wonosobo pada Senin (8/12/2025). Safari SRA periode II yang dilaksanakan kali ini menyasar 292 sekolah tingkat SD/MI hingga SMP/MTs di seluruh wilayah Wonosobo. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Dalam upaya memperkuat budaya sekolah yang aman dan berpihak pada anak, Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali menggelar Safari Sekolah Ramah Anak (SRA) Periode II Tahun 2025.

Pelaksanaan Safari Sekolah Ramah Anak (SRA) Periode II Tahun 2025 salah satunya digelar di SMPN 2 Wonosobo pada Senin (8/12/2025). 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, menegaskan pentingnya memastikan setiap anak di Wonosobo tumbuh dengan karakter dan kondisi yang baik.

Baca juga: Kasus Baru Stunting Jadi Tantangan Pemkab Wonosobo, Begini Solusinya

Wabup Husein menyampaikan bahwa generasi muda harus dibentuk sebagai pribadi yang berakhlak, cerdas, sehat, serta bahagia. 

Dirinya menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun ruang yang aman bagi siswa.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, sehat, dan membuat kalian berkembang secara optimal. 

Tidak boleh ada siswa yang datang ke sekolah dengan rasa takut,” ujarnya.

Safari periode II ini menyasar 292 sekolah tingkat SD/MI hingga SMP/MTs di seluruh wilayah Wonosobo.

Adapun penekanan difokuskan pada kewajiban sekolah untuk bebas dari tiga dosa besar pendidikan, yakni kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan intoleransi. 

Setiap anak berhak memperoleh perlindungan, kasih sayang, dan penghargaan tanpa kecuali.

Wabup Husein juga mendorong agar mereka berani mengungkapkan ketika mengalami perlakuan yang tidak pantas.

“Jika siswa merasa tidak nyaman atau diperlakukan tidak baik, jangan diam. Sampaikan kepada guru atau orang tua,” pesannya.

Ia turut mengingatkan pentingnya hidup sehat serta menjauhi narkoba, rokok, dan lingkungan negatif lainnya.

“Kebiasaan yang kalian bangun hari ini menentukan masa depan kalian,” imbuhnya.

Wabup Husein juga menyampaikan pesan khusus kepada para pendidik agar terus menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Selain itu guru juga diminta memperkuat komunikasi dengan orang tua demi memastikan tumbuh kembang anak berlangsung seimbang baik di sekolah maupun di rumah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Wonosobo, Suminta, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wakil Bupati yang dinilai memberi motivasi besar bagi peserta didik. 

Ia menegaskan bahwa sekolahnya memiliki komitmen kuat melalui slogan “Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan,” yang diwujudkan dalam berbagai program pencegahan perundungan dan penguatan kedekatan guru dengan siswa.

“Anak datang ke sekolah harus merasa aman dan senang. Alhamdulillah, kasus-kasus perundungan sangat kecil dan bisa kita antisipasi sejak dini,” jelasnya.

Baca juga: Disparbud Gandeng Sekolah Sukseskan Gerakan Bangga Bela Beli Wisata Lokal Wonosobo

Suminta menambahkan, para guru aktif mendekati siswa dan membangun komunikasi yang akrab agar setiap anak merasa dihargai dan diperhatikan.

Kegiatan Safari SRA di SMPN 2 Wonosobo juga turut dimeriahkan dengan penampilan Tepuk Jaga Diri dan tari-tarian dari para siswi, yang menggambarkan semangat perlindungan anak serta budaya sekolah yang positif.

Dengan adanya Safari SRA Periode II, Pemerintah Kabupaten Wonosobo meneguhkan kembali tekad untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan membahagiakan bagi seluruh anak, sekaligus membangun generasi yang tumbuh dengan perlindungan dan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat. (ima)