Wonosobo Hebat

10 Finalis KIPP Wonosobo 2025 Tampil Uji Inovasi Pelayanan Publik

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
KIPP WONOSOBO - Kegiatan presentasi dan wawancara dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kabupaten Wonosobo Tahun 2025 di Ruang Rapat Mangunkusumo, Setda Wonosobo, Kamis (11/12/2025).  

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Sebanyak 10 finalis inovasi mengikuti seleksi presentasi dan wawancara dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kabupaten Wonosobo Tahun 2025 di Ruang Rapat Mangunkusumo, Setda Wonosobo, Kamis (11/12/2025).

Kompetisi ini digelar Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Bagian Organisasi Setda.

Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong budaya inovasi di setiap perangkat daerah.

Suasana kegiatan berjalan serius namun tetap memberi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan gagasannya.

Baca juga: FAI UNIMMA Gelar Kajian Pentingnya Keikhlasan dalam Menguatkan Institusi

Baca juga: Wajib Selisih 3 Gol! Skenario Timnas Indonesia Lolos Semifinal SEA Games 2025 Usai Malaysia Kalah

Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, membuka kegiatan ini dengan apresiasi kepada peserta.

"Terima kasih kepada teman-teman yang sudah menunjukkan, membuktikan bahwa kawan-kawan banyak yang kreatif banyak yang berfikiran maju.

Ada 30 pendaftar sudah diseleksi ketemu 10 finalis,” ujarnya.

Andang berharap inovasi yang ditampilkan tidak hanya kuat di sisi administrasi saja.

“Harapan saya bisa memberikan dampak yang lebih luas dalam rangka pelayanan maupun dalam rangka menyelesaikan persoalan," ucapnya.

Sekda juga kembali mengingatkan pentingnya inovasi di setiap organisasi perangkat daerah.

“Saya sejak dulu sudah menyiapkan satu OPD satu inovasi," sebutnya.

Ia menambahkan bahwa pemecahan tanggung jawab inovasi harus dilakukan hingga level unit.

Asisten Administrasi Umum Setda Wonosobo, Mohammad Riyanto, menjelaskan proses seleksi proposal peserta.

Dari 33 proposal yang masuk, 3 tidak memenuhi syarat administratif, sehingga 30 proposal yang dinilai.

“Setelah melalui proses penilaian oleh tim evaluator dari luar internal kita maka terpilihlah 10 top inovator,” jelasnya.

Riyanto menambahkan, 10 finalis ini mengikuti tahap presentasi dan wawancara.

Inovasi tersebut diantaranya Disdukcapil (Pandawa Sakti), Puskesmas Wadaslintang 1 (Remas Tempe), Disdikpora (PPKS), Kecamatan Kalikajar (Terajak Batik Gumebyar), DPMPTSP (Perpegan), RSUD Wonosobo (Sobo-Kletik Telo), Dinas Kesehatan (Juara), Puskesmas Sukoharjo 1 (Tobat Ati).

“Uji presentasi dan wawancara dilakukan untuk menggali kualitas yang dimunculkan oleh para inovator,” katanya.

Harapannya, tiga inovasi terbaik nantinya akan mewakili Wonosobo di tingkat provinsi dan nasional.

Riyatno juga menyinggung capaian inovasi Pemkab Wonosobo tahun sebelumnya yang menunjukkan hasil positif.

“2024 kemarin kita bisa masuk top 99 tapi belum beruntung masuk top 40 dan top 10 tapi kita upayakan,” ujarnya.

Namun ia melihat kualitas inovasi di Wonosobo terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Semakin ke sini arah inovator luar biasa bagus-bagus,” ungkapnya.

Wonosobo menyediakan 12 subtema inovasi yang bisa diajukan dalam KIPP 2025. Salah satunya mengarah pada pengentasan kemiskinan.

Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang pembuktian kreativitas ASN Wonosobo. Selain itu, kegiatan ini memperkuat pelayanan publik melalui ide-ide praktis, efektif, dan berkelanjutan. (ima)