Wonosobo Hebat

Bupati Afif Wanti-wanti Potensi Risiko Bencana saat Nataru di Wonosobo

TRIBUN JATENG/PEMKAB WONOSOBO
RAPAT NATARU - High Level Meeting TPID di Pendopo Bupati Wonosobo, Senin (15/12/2025). Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok dan sektor lainnya selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 aman dan terkendali. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok hingga menyiapkan langkah mitigasi bencana selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Penegasan tersebut disampaikannya saat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pendopo Bupati Wonosobo, Senin (15/12/2025). 

Dia memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok selama perayaan Nataru aman dan terkendali.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga serta kelangkaan barang strategis seperti LPG dan BBM yang kerap terjadi saat hari besar dan libur panjang.

Baca juga: 19 Rumah di Kaliwiro Wonosobo Rusak Akibat Tanah Gerak, Relokasi Tunggu Rekomendasi PVMBG

 

Wanita Asal Sapuran Wonosobo Nyaris Jadi Korban TPPO, Hendak Dikirim ke Kamboja

Bupati Afif menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan potensi gejolak dapat ditekan selama Nataru.

“Saya meminta TPID dan perangkat daerah terkait untuk memperketat pemantauan stok dan harga komoditas strategis hingga masa perayaan selesai."

"Laksanakan monitoring secara intensif di pasar, agen, dan swalayan, serta siapkan langkah antisipatif seperti operasi pasar secara terkoordinasi apabila diperlukan,” tegasnya.

Bupati meminta Pertamina, Perumda Air Minum Tirta Aji, Bulog, pemilik SPBU, agen LPG, hingga PLN memperkuat sinergi dengan Pemkab Wonosobo. 

Langkah ini untuk menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat tanpa menimbulkan keresahan.

Bupati Afif juga memastikan kondisi jalan dan sarana lalu lintas dalam keadaan baik dan aman. 

Kesiapan transportasi umum perlu diperhatikan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas dan distribusi logistik. Titik rawan kecelakaan harus ditangani secara optimal.

Sektor pariwisata turut menjadi perhatian. Objek wisata harus memiliki sarana yang layak, aman, dan bersih.

Baca juga: DPUPR Wonosobo: Jembatan Tlogodalem Dibangun Permanen Awal 2026

Tanah Gerak di Kaliwiro Wonosobo Makin Meluas, Ini Hasil Kaji Cepat PVMBG

Standar keamanan serta kesiapsiagaan darurat perlu ditingkatkan demi kenyamanan wisatawan dan peningkatan PAD.

Bupati juga meminta kesiapan pengamanan selama ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru. Kolaborasi bersama TNI dan Polri harus dioptimalkan untuk menjaga ketertiban umum.

“Sektor kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan harus siaga 24 jam dengan ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, serta ambulans guna memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat yang mungkin terjadi selama libur Nataru,” tambahnya.

Selain itu, Bupati Afif menekankan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Strategi mitigasi dan koordinasi lintas sektor harus diperkuat.

“Perlu disiapkan strategi mitigasi yang terstruktur dan peningkatan koordinasi antara perangkat daerah, relawan, serta seluruh pihak terkait, agar risiko bencana dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Bupati Afif mengajak seluruh pihak memperkuat soliditas dan mengesampingkan ego sektoral demi kondusivitas wilayah.

“Dengan mengesampingkan ego sektoral dan memperkuat soliditas, saya yakin kondusivitas Kabupaten Wonosobo selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat terwujud, sehingga masyarakat dapat merayakan dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat,” pungkasnya. (*)