Wonosobo Hebat

DPUPR Wonosobo: Jembatan Tlogodalem Dibangun Permanen Awal 2026

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
JEMBATAN AMBROL - Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto. Pemkab Wonosobo memastikan perbaikan jembatan penghubung Desa Tlogodalem dan Banjar, Kecamatan Kertek yang ambrol akan dilakukan pada awal 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo memastikan perbaikan permanen jembatan di Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek yang ambrol, dilaksanakan pada awal 2026.

Struktur jembatan penghubung Desa Tlogodalem dan Banjar tersebut ambrol pada Kamis (11/12/2025) sore dan memutus akses dua desa.

Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto mengatakan, jembatan yang ambrol itu merupakan salah satu jembatan penting pada jalur penghubung antarwilayah.

Baca juga: Gotong Royong Warga Bangun Jembatan Darurat Gunakan Bambu, Akses 2 Desa Terputus di Wonosobo

Kasus Baru Stunting Jadi Tantangan Pemkab Wonosobo, Begini Solusinya

“Jembatan yang ambrol adalah jembatan nomor 330705301 (Muncar) di ruas jalan Ngadikusuman- Tlogodalem, panjang 8,7 meter, lebar 4,2 meter,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Dia juga menegaskan bahwa usia struktur jembatan tersebut memang sudah cukup tua.

“Usia jembatan sudah di atas 15 tahun. Penanganan darurat sementara dengan membuat jembatan bambu bersama masyarakat,” kata Adin.

Adapun perbaikan permanen jembatan yang menjadi akses utama pelajar, pedagang, hingga petani ini akan dimulai awal tahun.

“Perbaikan permanen akan segera dilaksanakan di awal 2026,” tegasnya.

Sementara itu, di lokasi puluhan warga Dusun Ngadisari terlihat bekerja bakti memperbaiki jembatan untuk sementara waktu.

Sebagian menata bambu besar, sementara yang lain membelah dan menyisik permukaan bambu agar rata dan aman dipijak. Semua dilakukan dengan alat seadanya.

GOTONG ROYONG - Warga Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo bergotong royong memperbaiki jembatan yang ambrol, Jumat (12/12/2025). Warga memperbaiki jembatan menggunakan bambu untuk akses sementara warga.
GOTONG ROYONG - Warga Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo bergotong royong memperbaiki jembatan yang ambrol, Jumat (12/12/2025). Warga memperbaiki jembatan menggunakan bambu untuk akses sementara warga. (TRIBUN JATENG/Imah Masitoh)

Baca juga: Tanah Gerak di Kaliwiro Wonosobo Makin Meluas, Ini Hasil Kaji Cepat PVMBG

Proyek JLS Kertek Wonosobo Dikebut, Target Jadi Pengurai Kemacetan Saat Mudik Lebaran 2026

Kepala Dusun Ngadisari, Budiman menjelaskan bahwa kerusakan jembatan sebenarnya sudah muncul sejak lama.

“Sebetulnya sudah lama, sekira tiga tahun karena belum ada tindakan atau tanggapan akhirnya sampai ambrol,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemicu ambrolnya jembatan ini bukan sepenuhnya karena hujan.

“Ambrol kemarin sore kebetulan kondisi tidak hujan. Penyebabnya karena tanah di bawah sudah terkikis dalam, sering terkena banjir." 

"Karena setiap hari dilewati mobil, jadi nggak kuat, ambrol,” jelasnya.

Warga berharap pembangunan permanen jembatan akan segera dilakukan pemerintah agar mempermudah akses keseharian warga.

“Harapan masyarakat segera dibangun karena akses jalan utama, baik dari masyarakat, anak-anak sekolah, pedagang, petani,” tandasnya. (*)