Wonosobo Hebat
Rp 2,7 Miliar Zakat ASN Disalurkan Baznas Wonosobo, Fokus pada Pendidikan Hingga RTLH
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah ASN senilai sekitar Rp2,7 miliar.
Ketua Baznas Wonosobo, Priyo Purwanto, mengatakan, kegiatan pentasharufan yang digelar rutin setiap tahun ini sebagai bentuk pertanggungjawaban Baznas kepada masyarakat.
Priyo menjelaskan, pada pentasharufan tahun ini terdapat lima program utama yang disalurkan kepada para mustahik dengan total dana mencapai sekitar Rp2,7 miliar.
Baca juga: Nafas Lega 276 Pegawai PPPK di Kendal Dapat SK Perpanjangan, Bupati Tika Minta Komitmen Tegas
Baca juga: Dukung Transisi Energi, Kilang Pertamina Kembangkan Teknologi WSA
“Program tersebut meliputi Wonosobo Makmur untuk 218 mustahik, Wonosobo Peduli untuk 71 mustahik, Wonosobo Cerdas untuk 2.143 mustahik, perbantuan pentasharufan melalui UPZ, serta Wonosobo Sehat untuk 285 mustahik, terutama bagi penderita TBC termasuk penanganan RTLH TBC,” jelas Priyo, Selasa (23/12/2025).
Selain itu, Priyo menambahkan, Baznas RI telah mengakomodir usulan dari Kabupaten Wonosobo berupa 25 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2025.
Proses tindak lanjut, termasuk pembukaan rekening penerima manfaat, telah siap dilaksanakan.
“Dengan dukungan penuh dari Bupati Wonosobo, kami berharap potensi penyaluran zakat di Wonosobo akan terus meningkat setiap tahunnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ucapnya.
Sejalan dengan itu, Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan ASN sebagai muzakki.
“Pentasharufan zakat dan infak dari para ASN yang dikelola melalui Baznas ini merupakan bentuk pertanggungjawaban Baznas kepada masyarakat, khususnya kepada ASN yang selama ini tertib berzakat.
Harapannya, kepercayaan ini akan semakin meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Bupati Afif saat diwawancarai.
Bupati Afif menekankan, kepercayaan ASN sangat penting karena kebutuhan masyarakat yang harus dibantu masih sangat besar.
“Tanpa peran Baznas, tentu kita tidak bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Wonosobo.
Karena itu, kepercayaan ASN untuk menyalurkan zakat melalui Baznas harus terus dijaga dan diperkuat,” tegasnya.
Bupati juga menyinggung berbagai musibah yang terjadi akhir-akhir ini, seperti kebakaran rumah, tanah longsor, banjir, dan kemiskinan permanen akibat keterbatasan ekonomi, yang membutuhkan penanganan cepat.
“Ketika terjadi musibah, Baznas hadir sebagai solusi yang cepat dan tepat.
Inilah peran strategis Baznas dalam membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya.
Ia berharap pengelolaan zakat dapat semakin optimal sebagai instrumen penguatan kesejahteraan sosial dan percepatan penanganan kemiskinan di Wonosobo. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251223_PENTASHARUFAN-ZAKAT-Badan-Amil-Zakat-Nasional.jpg)