Wonosobo Hebat
Kwadungan Didorong Jadi Desa Wisata Percontohan di Wonosobo
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Upaya membangun pariwisata berbasis desa di Kabupaten Wonosobo mulai diarahkan pada pendekatan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Kecamatan Kalikajar mendorong Desa Kwadungan sebagai desa wisata percontohan sebagai model pengembangan yang dapat direplikasi.
Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati menegaskan bahwa pengembangan desa wisata memerlukan sinergitas dan soliditas antarwilayah, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Dalam konteks itu, Desa Kwadungan dinilai memiliki potensi dan kesiapan awal untuk menjadi contoh pengembangan desa wisata di Kalikajar.
Baca juga: Bupati Afif: Buruh dan Pengusaha Sepakat UMK Wonosobo 2026 Jadi Rp2,45 Juta
• Naik Status Tipe B, RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Siap Layani Pasien Rujukan Luar Daerah
“Kami sepakat untuk menetapkan satu desa sebagai percontohan desa wisata di Kecamatan Kalikajar."
"Desa Kwadungan kami dorong menjadi pilot project agar ke depan dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi desa-desa lainnya dalam mengembangkan potensi wisata berbasis desa,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).
Menurut Aldhiana, penetapan desa wisata percontohan bukan tujuan akhir, melainkan titik awal untuk membangun ekosistem pariwisata desa yang mampu menggerakkan ekonomi warga sekaligus menjaga identitas lokal.
Menurutnya, desa wisata harus tumbuh dari kekuatan masyarakat, budaya, serta potensi alam yang dimiliki, bukan hanya mengikuti tren.
Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pariwisata yang menempatkan desa sebagai subjek, bukan objek.
Desa Kwadungan diharapkan dapat menjadi laboratorium praktik baik dalam pengelolaan wisata berbasis komunitas di Kecamatan Kalikajar.
Desa Kwadungan dinilai memiliki modal dasar yang kuat. Secara geografis, desa ini berada di lereng Gunung Sumbing dan menyimpan lanskap alam yang masih alami.
Keberadaan air terjun di wilayah desa menjadi daya tarik wisata alam yang potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi berbasis konservasi dan edukasi lingkungan.
Selain itu, Desa Kwadungan juga dikenal sebagai salah satu akses pendakian Gunung Sumbing dari Kalikajar.
Baca juga: Sempat Tembus Rp100 Ribu, Champion Cabai Wonosobo Jual Paket Rp10 Ribu Jelang Nataru
• 600 Guru Keagamaan Nonformal di Wonosobo Terima Insentif Rp100 Ribu per Bulan
Di sektor pertanian, desa ini merupakan kawasan pertanian terpadu dengan komoditas utama sayur-mayur dataran tinggi sebagai penghasil bawang putih terbesar di Kabupaten Wonosobo, yang bisa dikemas sebagai atraksi wisata edukasi pertanian.
Kabid Destinasi Pariwisata Disparbud Kabupaten Wonosobo, Hapipi memberikan gambaran teknis pengembangan desa wisata yang terstruktur.
Hapipi menekankan bahwa pendampingan tidak hanya berhenti pada penetapan status desa wisata, tetapi mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemetaan potensi hingga pengelolaan yang profesional.
“Kami memberikan gambaran alur penetapan desa wisata serta langkah-langkah yang harus ditempuh, termasuk kesiapan masyarakat, kelembagaan pengelola, hingga aspek daya tarik wisata."
"Prinsipnya, Disparbud sepenuhnya mendukung dan siap mendampingi agar desa wisata yang dibangun tidak hanya berdiri, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan,” jelas Hapipi.
Dia menekankan pentingnya perencanaan, kelembagaan, dan keterlibatan masyarakat sejak awal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251224-_-Dialog-Menyoal-Desa-Wisata-Kwadungan-Wonosobo.jpg)