Wonosobo Hebat
Warga Wonosobo Diminta Waspada Super Flu, Ini Gejala Awalnya
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Kepala Dinkes Kabupaten Wonosobo, Jaelan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di wilayahnya.
Pernyataan tersebut disampaikannya berdasarkan hasil pemantauan aktif melalui sistem surveilans penyakit yang dilakukan oleh jajarannya.
Jaelan menjelaskan, super flu masuk dalam kategori emerging disease dan termasuk dalam pemantauan Influenza Like Illness (ILI), yakni kelompok penyakit dengan gejala menyerupai influenza.
Baca juga: Kunjungi Wonosobo, Menko Pangan Zulhas Minta SPPG Libatkan Koperasi Desa dan UMKM
• TPA Wonorejo Wonosobo Uji Hanggar Olah Sampah 5 Ton per Hari, Tahun Ini Siap Kembangkan RDF
Surveilans ILI dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu, praktik mandiri tenaga kesehatan, hingga rumah sakit.
Dari hasil pemantauan tersebut, Dinkes Kabupaten Wonosobo belum menemukan adanya kasus super flu.
“Untuk yang di Wonosobo, sampai hari ini, dari surveillance aktif yang kami lakukan, Alhamdulillah belum terdeteksi ada kasus super flu,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).
Meski demikian, Jaelan menekankan kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah.
Virus influenza dikenal sebagai virus yang mudah bermutasi dan cepat menular antarindividu.
Kewaspadaan, menurut Jaelan, perlu ditingkatkan terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke daerah yang telah terindikasi memiliki kasus super flu.
Dia menyebut, langkah pencegahan paling sederhana tetap efektif untuk menekan risiko penularan.
“Pencegahan yang paling gampang adalah masker. Kemudian cuci tangan pakai sabun, sebelum menyentuh makanan-minuman dipastikan cuci tangan,” jelasnya.
Menurut Jaelan, penerapan protokol kesehatan saat ini tidak seketat masa pandemi Covid-19, namun kebiasaan dasar seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak tetap penting dilakukan.
Terkait gejala, Jaelan menyebut super flu tidak memiliki tanda klinis yang khas dan cenderung mirip dengan influenza pada umumnya.
“Gejalanya tidak jauh berbeda dengan influenza biasa, nggak ada yang spesifik,” katanya.
Baca juga: SPPG Polres Wonosobo Dukung Program MBG, Distribusikan 1.158 Paket untuk Siswa
• Volume Sampah Masuk TPA Wonorejo Makin Berkurang, DLH Wonosobo: Tahun Ini Fokus dari Hulu
Gejala yang dapat muncul antara lain batuk, pilek, demam, nyeri badan, serta gangguan pada tenggorokan.
Lama sakit umumnya berkisar antara enam hingga tujuh hari, bergantung pada kondisi daya tahan tubuh masing-masing individu.
Mengenai tingkat bahaya, Jaelan menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dan bukti yang ada, super flu tidak menunjukkan risiko fatal pada masyarakat umum.
“Sejauh ini dari evidence yang kita baca tidak sampai ke sana, kecuali ada penyakit penyerta,” ujarnya.
Dia mencontohkan penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi yang dapat memperberat kondisi pasien, sebagaimana yang terjadi pada pandemi Covid-19 sebelumnya.
Jaelan juga menyebut sebagian besar masyarakat telah menerima vaksin Covid-19, yang diharapkan masih memberikan dampak kekebalan.
Selain itu, vaksin influenza juga tersedia meski masih bersifat mandiri dan belum menjadi program pemerintah.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mencukupi asupan air putih, mengonsumsi sayur dan buah, beristirahat cukup, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Dinkes berharap masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.
“Insya Allah dengan masker, cuci tangan, jaga jarak, meningkatkan imun, terlindungi dari virus-virus influenza, termasuk super flu,” pungkas Jaelan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260111-_-Kepala-Dinkes-Kabupaten-Wonosobo-Jaelan.jpg)