Wonosobo Hebat
Kasus Anak SD di NTT Jadi Peringatan, Bupati Wonosobo Minta Aparat Lebih Peka Kondisi Sosial Warga
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang melibatkan seorang anak sekolah dasar berusia 10 tahun.
Anak tersebut dilaporkan meninggal dunia bunuh diri akibat tekanan ekonomi yang dialami keluarganya.
Informasi yang beredar menyebutkan, korban mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sekolah.
Baca juga: Bupati Afif Ngos-ngosan Ikut Tanding Sepak Bola Lawan Wartawan Wonosobo
Keluarga disebut tidak mampu membelikan perlengkapan sederhana seperti buku dan pulpen, sehingga menimbulkan tekanan psikologis pada anak tersebut.
Kejadian ini mendapat perhatian luas, termasuk Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.
Ia menilai peristiwa tersebut sebagai peringatan serius bagi seluruh pemerintah daerah agar lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat.
Menurut Afif, persoalan ekonomi tidak boleh sampai berdampak pada keselamatan anak.
Ia menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terjadi di Kabupaten Wonosobo dalam kondisi apa pun.
Bupati Afif menyoroti kasus yang terjadi di luar Pulau Jawa tersebut. Ia menilai, pemerintah harus hadir lebih awal untuk mencegah persoalan sosial yang lebih besar.
“Saya lebih fokus bagaimana melihat berita hari ini di Luar Jawa, anak-anak yang diindikasikan tidak beli pulpen, kemudian meninggal dunia,” ujar Afif, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan sikap tegas Pemerintah Kabupaten Wonosobo terhadap persoalan tersebut.
“Di Wonosobo tidak boleh terjadi. Tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Bupati Afif menyampaikan pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Ia memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan agar aktif turun ke lapangan dan tidak menunggu laporan.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya. Saya perintahkan kepada Kepala Dinas, Camat,” katanya.
Instruksi tersebut juga ditujukan hingga ke tingkat pemerintahan paling bawah.
“Kemudian Kepala Desa, Lurah, sampai perangkat yang paling di bawah,” lanjutnya.
Menurut Afif, seluruh aparatur pemerintahan harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Jika menemukan warga yang membutuhkan perhatian khusus, maka bantuan harus segera diberikan.
“Harus punya kepekaan betul kalau memang menemukan warganya yang perlu mendapatkan perhatian khusus,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya tindakan cepat dan empati dalam melayani masyarakat.
“Segera ulurkan tangan, ulurkan waktu, ulurkan perhatian,” ungkapnya.
Bupati Afif meminta seluruh jajaran membantu warga yang kesulitan dan mencari solusi bersama.
Pemerintah daerah, tidak boleh membiarkan masyarakat menghadapi persoalan sendirian.
Baca juga: Bupati Afif: Rumah Sakit di Wonosobo Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI JK Meski Dinonaktifkan
“Bantulah mereka, kita cari jalan keluar bersama,” lanjutnya.
Ia menambahkan, memperkuat pengawasan sosial dan memastikan kebutuhan dasar pendidikan dapat terpenuhi menjadi hal yang penting.
Langkah ini dilakukan agar tidak ada anak yang kehilangan masa depan akibat keterbatasan ekonomi. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260206_Bupati-Wonosobo-Afif-Nurhidayat-menanggapi-kasus-bocah-gantung_1.jpg)