Wonosobo Hebat

Bupati Wonosobo Siapkan Tarling 16 Titik di Kecamatan Selama Ramadan

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
TARAWIH KELILING - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat. Pemkab Wonosobo menyiapkan agenda tarawih keliling (tarling) selama Ramadan dengan menyasar 16 titik di seluruh kecamatan.  

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo menyiapkan agenda tarawih keliling (tarling) selama Ramadan dengan menyasar 16 titik di seluruh kecamatan. 

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pemerintah daerah hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan, tarling merupakan agenda rutin pemerintah daerah setiap Ramadan yang bertujuan memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

Baca juga: Terminal Mendolo Wonosobo Kini Multifungsi, Ada Penginapan Pendaki Hingga Arena Tinju

Bupati Afif Nurhidayat Imbau Warga Wonosobo Saling Menghormati Jika 1 Ramadan Berbeda

“Agenda Ramadan, Pemkab Wonosobo adakan tarling, kami ada 16 titik."

"Tim untuk di 15 kecamatan, ada juga beberapa titik dengan jajaran forkopimda,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya ibadah bersama, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Afif menjelaskan, salah satu tujuan utama kegiatan tarling adalah memastikan kondisi wilayah tetap kondusif selama Ramadan. 

Pemerintah daerah ingin mencegah terjadinya gangguan keamanan yang pernah muncul pada tahun-tahun sebelumnya.

Pertama, memastikan situasi Wonosobo kondusif selama bulan Ramadan tidak ada kejadian-kejadian yang tidak dikendalikan,” katanya.

Dia menyinggung, pengalaman masa lalu ketika sempat terjadi tawuran remaja hingga fenomena perang sarung yang meresahkan masyarakat.

“Kami sempat melihat masa-masa lalu, pernah ada tawuran, perang sarung,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengingatkan potensi tindak kriminal yang kerap terjadi saat warga meninggalkan rumah untuk beribadah di masjid.

“Ramadan biasanya ditinggal ke masjid, tinggal tarawih, rumahnya disatroni gitu kan,” lanjutnya.

Karena itu, melalui tarling pemerintah berharap masyarakat lebih waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing.

Baca juga: Resmi Dilantik, Pertina Wonosobo Ingin Ciptakan Ikon Tinju Nasional Seperti Chris John

Diskominfo Wonosobo Catat 1.061 Aduan Masuk Kanal Laporbup, Keluhan Jalan Paling Dominan

Selain gangguan keamanan, Afif juga menyoroti risiko kebakaran rumah saat ditinggal salat tarawih. 

Dia menyebut, kejadian kebakaran sebelumnya terjadi akibat kelalaian mematikan kompor maupun sumber api lainnya.

“Berangkat salat ke masjid, berangkat tarawih, berangkat pengajian, pastikan rumahnya dikunci, pastikan apinya dimatikan, kompornya, dan lain sebagainya,” pesannya.

Dia menambahkan, beberapa peristiwa kebakaran terjadi karena warga lupa mematikan kompor atau lilin sebelum meninggalkan rumah.

“Beberapa kali kejadian, ditinggal salat, rumahnya kebakaran. Lupa tidak mematikan kompor, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Menurut Afif, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. 

“Ini harus kami sosialisasikan terus kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Afif mengajak masyarakat menjaga persaudaraan selama Ramadan, baik dalam kehidupan beragama maupun sosial kemasyarakatan.

“Yang penting jaga Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariah,” katanya.

Dengan menjaga Ukhuwah itu, dia optimistis masyarakat dapat menjalankan ibadah secara nyaman.

“Dengan begitu, Insya Allah bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Wonosobo,” pungkasnya. (*)