Wonosobo Hebat
Aksi Bersih Sampah Digelar di Taman Plaza, Bupati Wonosobo Pastikan Program ASRI Berkelanjutan
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Wonosobo diwarnai kegiatan Aksi Bersih Sampah Serentak yang terhubung secara daring dengan Gubernur Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan terpusat di Taman Plaza Wonosobo dan menjadi bagian dari gerakan serentak tingkat provinsi yang dilaksanakan di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, serta diikuti seluruh daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subiyanto tentang Gerakan Indonesia ASRI.
Di Wonosobo, kegiatan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama berbagai unsur masyarakat.
Baca juga: Nasib Ali Amri Setelah Menyuap Bupati Karanganyar, Vonis Lebih Ringan
Baca juga: Hampir 98 Persen Sekolah di Semarang Gunakan Buku BPIP, Jadi Contoh Nasional
Bupati Afif Nurhidayat menegaskan komitmen daerahnya untuk menyukseskan program tersebut melalui Gerakan Wonosobo ASRI.
“Wonosobo juga harus ASRI, Aman, Sehat, Rapi, dan Indah. Kenapa rapi? Karena dulu kita sering mendapati sampah yang berserakan. Ini yang harus kita benahi bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa gerakan kebersihan harus melibatkan semua pihak dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Kalau ini sebuah gerakan, berarti semua harus tergerak.
Gerakan bersama-sama bersih sampah, baik di kota maupun di desa.
Harapannya dimulai dari rumah, dengan memilah sampah. Tidak semua sampah harus dibuang ke TPA,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, pemerintah daerah berencana menggelar aksi bersih lanjutan yang melibatkan ASN, TNI-Polri, BUMN, BUMD, hingga komunitas di sejumlah kawasan strategis dan destinasi wisata seperti Telaga Menjer dan Dieng.
Langkah ini dilakukan menjelang libur Hari Raya Idulfitri guna memastikan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Wonosobo.
“Kita pastikan wisatawan yang datang ke Menjer dan Dieng tidak disuguhi tumpukan sampah. Wonosobo harus bersih dan membanggakan,” tambahnya.
Menurut Bupati, pemilihan Taman Plaza sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai simbolis karena kawasan tersebut merupakan ikon kota yang akan terus dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus ruang publik kreatif.
“Taman Plaza ini ikonnya Wonosobo. Ke depan tetap menjadi ruang terbuka hijau, tetapi bisa kita desain ulang agar lebih representatif, termasuk menjadi panggung terbuka bagi potensi seni dan budaya masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Wonosobo One Andang Wardoyo menyampaikan bahwa seluruh pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan komunitas lingkungan diminta melaksanakan aksi bersih di lingkungan kerja masing-masing.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah dengan mengenakan pakaian olahraga berkaos putih sebagai simbol kebersamaan dan semangat menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui momentum HPSN 2026 ini, pemerintah daerah berharap Gerakan Wonosobo ASRI dapat menjadi budaya yang berkelanjutan, dimulai dari rumah tangga hingga tingkat kabupaten.
“Gerakan Wonosobo ASRI adalah gerakan kita bersama. Bersih lingkungannya, sehat masyarakatnya, indah daerahnya,” pungkas Andang. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260224_HPSN-2026-Aksi-Bersih-Sampah-Serentak.jpg)