Wonosobo Hebat

Jalan Lingkar Selatan Kertek Wonosobo Resmi Dibuka, Bupati Afif: Jalur Alternatif Pengurai Kemacetan

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
PERESMIAN - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meresmikan Jalan Lingkar Selatan Kertek di Kecamatan Kertek, Wonosobo, Senin (16/3/2026) sore. Jalan sepanjang 1 kilometer dengan lebar 5 meter tersebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif untuk membantu mengurai kemacetan arus mudik Lebaran 2026 di kawasan Pasar Kertek. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo meresmikan Jalan Lingkar Selatan Kertek pada Senin (16/3/2026) sore. 

Infrastruktur baru ini diharapkan menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama saat arus mudik Lebaran 2026.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang berbagai pihak selama bertahun-tahun.

Menurut Afif, proyek ini tidak lepas dari dukungan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.

Baca juga: Bupati Afif Tinjau Pospam Lebaran 2026, Pemkab Wonosobo Siapkan Jalur Alternatif

“Alhamdulillah berkat kerja sama masyarakat Kertek, pemerintah kelurahan, Camat, jajaran Dinas PUPR, dan semua pihak yang mendukung sehingga Jalan Lingkar Selatan Kertek ini bisa terwujud,” ungkapnya.

Dia menuturkan, gagasan pembangunan jalan lingkar tersebut telah dirintis sejak sekira 15 tahun lalu oleh para tokoh masyarakat setempat. 

Prosesnya pun tidak selalu berjalan mulus karena sempat menghadapi berbagai kendala.

“Sudah dibangun, ada kendala, ada musibah, dan hari ini sesuai target di 2026 bisa digunakan untuk Idulfitri 2026,” ujarnya.

Afif berharap keberadaan jalur baru ini dapat membantu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Pasar Kertek saat musim mudik.

“Yang penting tahun ini bisa digunakan untuk mengurai kemacetan,” katanya.

Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto menjelaskan, Jalan Lingkar Selatan Kertek memiliki panjang sekira satu kilometer dengan lebar lima meter.

Jalan tersebut merupakan bagian dari jalur strategis yang menghubungkan wilayah Kertek dengan Selomerto serta terhubung langsung dengan jalan nasional Wonosobo-Parakan.

“Ini adalah jalan tembus dari arah Kenjer ke Karangluhur, menjadi penghubung ruas jalan Kertek-Selomerto dengan jalan nasional Wonosobo-Parakan,” ungkapnya.

Menurutnya, jalur ini diperkirakan banyak dimanfaatkan oleh pemudik dari arah Selomerto maupun Banjarnegara yang menuju Semarang.

Baca juga: Wonosobo Jalin Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi, Pasok 350 Ton per Hari

Selain itu, kendaraan dari arah Purworejo juga dapat diarahkan melalui jalur ini sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kepadatan di Pasar Kertek.

Adin menjelaskan, pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir.

Pembebasan lahan telah dilakukan sejak 2011 oleh pemerintah kecamatan. 

Setelah itu, pembangunan fisik mulai dilakukan secara bertahap sejak 2018 oleh DPUPR.

“Total anggaran pembangunan jalan ini sebesar Rp12,5 miliar di luar pembebasan lahan,” ucapnya.

Pada jalur sepanjang satu kilometer tersebut juga dibangun dua jembatan untuk mendukung kelancaran akses kendaraan.

Penyelesaian proyek dilakukan dalam dua tahun terakhir hingga akhirnya rampung pada 2026.

Pemkab Wonosobo menargetkan jalan tersebut sudah bisa digunakan minimal H-7 Lebaran agar membantu mobilitas pemudik. (*)

Baca juga: Musrenbang RKPD 2027, Wonosobo Perkuat Hilirisasi Pertanian dan Transformasi Pariwisata