Wonosobo Hebat

Wonosobo Jalin Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi, Pasok 350 Ton per Hari

Istimewa/PEMKAB WONOSOBO
PENGOLAHAN SAMPAH - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Direktur PT Tribaliv Green Solutions Trigo Neo Starden menandatangani nota kesepakatan kerja sama pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di Pendopo Bupati Wonosobo, Jumat (13/3/2026). Kerja sama ini menargetkan pengolahan ratusan ton sampah per hari menjadi energi ramah lingkungan. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo mulai menyiapkan skema baru dalam penanganan sampah.

Pemkab Wonosobo menggandeng PT Tribaliv Green Solutions untuk mengolah sampah menjadi energi ramah lingkungan atau waste to energy

Melalui kerja sama ini, sampah dari Wonosobo akan diolah menjadi gas yang memiliki nilai ekonomi tanpa membebani APBD.

Seluruh investasi proyek disebut berasal dari investor luar negeri.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menjelaskan, penandatanganan kesepakatan tersebut menjadi tahap awal sebelum masuk pada kerja sama teknis yang lebih rinci.

Baca juga: Pemkab Wonosobo Susun Strategi Hilirisasi Pertanian dan Pariwisata Berkelanjutan

Musrenbang RKPD 2027, Wonosobo Perkuat Hilirisasi Pertanian dan Transformasi Pariwisata

“Pada 9 Maret 2026 sudah dilakukan pembahasan dengan Tim Kerja Sama Daerah dan OPD terkait." 

"Alhamdulillah, kami bisa menandatangani nota kesepakatan sebagai pedoman untuk melanjutkan kerja sama yang lebih teknis melalui perjanjian kerja sama,” kata Afif, Minggu (15/3/2026).

Dalam skema yang disiapkan, Pemkab Wonosobo akan memasok sekira 350 ton sampah setiap hari untuk mendukung operasional fasilitas pengolahan yang akan dibangun di Bandongan, Kabupaten Magelang.

“Total kebutuhan sampah untuk proyek ini sekira 1.100 ton per hari. Sementara dari Wonosobo, kami menyiapkan sekira 350 ton." 

"Nantinya sampah akan kami zonasi dalam beberapa titik TPS untuk memudahkan pengangkutan,” ujarnya.

Afif mengakui, pengelolaan sampah selama ini masih menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. 

Dia berharap, proyek pengolahan sampah menjadi energi ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, terutama di kawasan wisata.

“Wisatawan tentu ingin datang ke tempat yang bersih dan nyaman, bukan bau sampah." 

"Dengan kerja sama ini kami berharap pengelolaan sampah di Wonosobo bisa lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Tribaliv Green Solutions, Trigo Neo Starden mengatakan, pihaknya telah melakukan penjajakan di berbagai daerah selama sekira tiga tahun sebelum akhirnya memulai kerja sama dengan Wonosobo.

“Saya sangat menghargai komitmen Bupati Wonosobo."

"Dalam tiga hari saja nota kesepakatan sudah bisa diselesaikan karena beliau memahami kebutuhan proyek ini dan juga manfaat yang akan diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Trigo menjelaskan, fasilitas pengolahan tersebut dirancang untuk mengolah sekira 1.100 ton sampah setiap hari menjadi gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) yang memiliki potensi energi cukup besar.

Seluruh investasi proyek ini, kata dia, akan dibiayai sepenuhnya oleh investor dari Jerman sehingga tidak memerlukan dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

Baca juga: RKPD 2027, Wonosobo Targetkan IPM 72,78 dan Kemiskinan Turun 12,96 Persen

Pospam Lebaran di Wonosobo Bertambah Jadi 7 Titik, Jalur Wisata Dieng Jadi Perhatian

“Semua investasi 100 persen dibiayai dari Jerman. Kami tidak akan meminta APBD satu rupiah pun."

"Bahkan armada truk listrik untuk pengangkutan sampah juga akan kami siapkan,” kata Trigo.

Fasilitas pengolahan sampah tersebut direncanakan berdiri di atas lahan sekira lima hektare di Bandongan, Kabupaten Magelang. 

Peletakan batu pertama pembangunan proyek ditargetkan dapat dilakukan pada April 2026.

Selain menghasilkan energi, proyek ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan program pelatihan.

“Nanti SDM kami utamakan dari masyarakat lokal. Jika diperlukan, kami juga siap memberikan pelatihan termasuk bahasa Jerman,” pungkasnya. 

Trigo memastikan fasilitas pengolahan tersebut tidak akan menimbulkan bau maupun penumpukan sampah seperti tempat pembuangan akhir konvensional.

“Fasilitas ini bukan seperti TPA yang menumpuk sampah dan menimbulkan bau,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebagian keuntungan proyek akan dialokasikan untuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). 

Ke depan, kerja sama ini juga berpotensi diperluas ke daerah lain di sekitar Wonosobo dan Magelang. (*)