Wonosobo Hebat
Viral Salat Idulfitri Background Sindoro di Garung Wonosobo, Tahun Ini Kapasitas Diperluas
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo diperkirakan akan kembali menghadirkan pengalaman ibadah yang istimewa.
Salat Idulfitri akan digelar di Lapangan Garung dengan latar panorama alam pegunungan yang memanjakan mata, khususnya pemandangan Gunung Sindoro yang menjulang megah.
Lokasi ini dikenal luas oleh masyarakat dan kerap menjadi sorotan di media sosial setiap tahunnya.
Pemandangan alam yang berpadu dengan barisan jemaah serta udara pagi yang sejuk menciptakan suasana ibadah yang khusyuk sekaligus menenangkan.
Mengangkat tema “Rayakan Kemenangan dengan Pemandangan Menawan”, pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini diharapkan mampu memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam melalui nuansa alam terbuka yang asri dan damai.
Baca juga: Dieng hingga Telaga Menjer Jadi Titik Prediksi Peningkatan Wisatawan Lebaran 2026 di Wonosobo
• RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Siaga 24 Jam Jelang Lebaran, Antisipasi Lonjakan Pasien dan Kecelakaan
Ketua panitia, Yakup Ari Wibowo menyampaikan bahwa salat Idulfitri akan dilaksanakan pada Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 di Lapangan Garung.
“Kami ingin menghadirkan suasana ibadah yang tidak hanya khusyuk, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda melalui keindahan alam Garung,” ujar Yakup, Rabu (18/3/2026).
Dia menambahkan, panitia telah melakukan berbagai persiapan, termasuk memperluas area salat untuk mengantisipasi peningkatan jumlah jemaah.
“Tahun ini kapasitas kami tingkatkan hingga sekira 50 persen agar lebih banyak jemaah dapat tertampung dengan nyaman,” jelasnya.
Untuk menjaga ketertiban, akses masuk ke area lapangan akan ditutup tepat pukul 06.00.
“Kami mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal dan tidak memaksakan masuk setelah portal ditutup,” tambah Yakup.
Sebagai alternatif, panitia juga menyiapkan beberapa masjid di sekitar lokasi seperti Masjid Al Amin, Al Falah, dan Al Mansyur bagi jamaah yang tidak tertampung di lapangan.
Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyambut para jemaah dan wisatawan.
“Mari sambut tamu dengan ramah, jaga kebersihan, serta ciptakan suasana yang aman dan kondusif selama perayaan Idulfitri,” ujarnya.
Dia juga menegaskan pentingnya kedisiplinan jamaah demi menjaga kekhusyukan ibadah.
“Kami mengingatkan agar jamaah tidak memaksakan diri masuk ketika portal sudah ditutup,” tegasnya.
Selain ibadah, kawasan Kalikajar juga menawarkan berbagai destinasi wisata alam yang dapat dinikmati pengunjung, seperti kawasan Jalisu dan Curug Mangku Klowoh.
Baca juga: Bupati Wonosobo Sambut 287 Pemudik dari Jakarta, Program Mudik Gratis Berjalan Lancar
• Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, 22 Ruas Jalan di Wonosobo Selesai Diperbaiki
Rangkaian perayaan Lebaran akan berlanjut dengan festival balon udara yang digelar di lokasi yang sama keesokan harinya, serta di beberapa desa lain di Kecamatan Kalikajar.
Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat menyampaikan bahwa Lapangan Garung juga akan menjadi bagian dari Festival Mudik 2026 pada 22-23 Maret.
“Festival ini mengusung tema ‘Mabur Bareng Komunitas Balon Wonosobo’ sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus menarik wisatawan,” ungkap Fahmi.
Ia berharap rangkaian kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung.
“Kami ingin menghadirkan perpaduan antara nilai religius, budaya, dan keindahan alam dalam satu momentum,” tambahnya.
Fahmi juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kebersihan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Mari jaga bersama agar kawasan ini tetap nyaman dan lestari untuk dinikmati,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260318-_-Salat-Idulfitri-di-Garung-Wonosobo.jpg)