Wonosobo Hebat

Koperasi Merah Putih Ikut Meriahkan Wonosobo Expo 2026: Ajang Bangun Jejaring

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
WONOSOBO EXPO - Peserta Koperasi Merah Putih memamerkan produk lokal dalam Wonosobo Expo 2026 di Gedung Sasana Adipura, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan koperasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan koperasi di tingkat desa. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Wonosobo Expo 2026 di Sasana Adipura tak sekadar ajang pameran, tetapi juga momentum Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai berkembang, Kamis (23/4/2026).

Mereka mulai membangun jejaring, memperkenalkan koperasi, sekaligus mengajak pelaku usaha lain untuk bergabung dalam wadah bersama.

Bagi sebagian peserta, expo ini menjadi langkah awal memperkuat usaha yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri.

Ketua KDKMP Andongsili, Kecamatan Mojotengah, Agus Triyono menceritakan bahwa koperasi yang dipimpinnya sebenarnya sudah mulai berjalan, meski masih dalam tahap awal.

Baca juga: Wonosobo Expo 2026 Resmi Dibuka, 130 Stand Promosi UMKM dan Ekonomi Kreatif

"Kami sudah berjalan tapi baru melaksanakan beberapa kegiatan," ungkapnya.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 2025.

Saat ini, pihaknya fokus memperluas keanggotaan.

Pihaknya menargetkan peningkatan jumlah anggota hingga 50 orang pada 2026, dari yang saat ini masih sekira 20 anggota.

Dalam expo tersebut, KDKMP Andongsili turut menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya warga setempat.

Mulai dari batik ecoprint, kuliner, hingga produk kreatif seperti lukisan dan mug menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Produk-produk ini mencerminkan potensi lokal yang mulai dikembangkan secara kolektif melalui KDKMP.

Meski begitu, Agus mengakui masih ada tantangan yang dihadapi, terutama terkait infrastruktur.

Hingga kini, koperasi belum memiliki gedung sendiri dan masih memanfaatkan fasilitas sementara.

"Saat ini, operasional koperasi masih dilakukan di kantor kelurahan dengan sekat sederhana hasil swadaya pengurus," ungkapnya.

Namun dia optimistis, karena lokasi untuk pembangunan gedung koperasi telah melalui tahap survei dan tinggal menunggu realisasi pembangunan.

Dia menambahkan, antusiasme masyarakat menjadi modal penting dalam pengembangan KDKMP.

WONOSOBO EXPO - Bupati Afif Nurhidayat menggunting pita sebagai simbol pembukaan Wonosobo Expo 2026 di Gedung Sasana Adipura, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini diikuti 130 peserta dari berbagai sektor sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat promosi potensi daerah.
WONOSOBO EXPO - Bupati Afif Nurhidayat menggunting pita sebagai simbol pembukaan Wonosobo Expo 2026 di Gedung Sasana Adipura, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini diikuti 130 peserta dari berbagai sektor sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat promosi potensi daerah. (TRIBUN JATENG/Imah Masitoh)

Baca juga: Wonosobo Expo 2026, Kemenkop Dorong Digitalisasi UMKM dan Penguatan Koperasi Merah Putih

"Contohnya ini, ketika informasi mengenai expo disampaikan, banyak pelaku UMKM yang tertarik bergabung dan ikut memamerkan produknya," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran KDKMP mulai mendapat kepercayaan dari masyarakat.

"Harapannya bisa membawa kesejahteraan untuk masyarakat," ucapnya.

Hal senada disampaikan anggota KDKMP Wonosobo Barat, Tri Puji Astuti.

Dia melihat perkembangan koperasi menunjukkan tren positif, terutama dari sisi jumlah anggota yang terus bertambah.

Menurutnya, keberadaan expo sangat membantu dalam memperkenalkan koperasi kepada masyarakat luas.

Selain itu, koperasi yang ia ikuti juga mulai merencanakan pengembangan usaha di sektor kebutuhan pokok seperti gas dan beras.

Meski masih dalam tahap awal dan baru mengumpulkan modal, KDKMP Wonosobo Barat telah menjalin kerja sama dengan beberapa mitra usaha.

Saat ini tercatat sudah ada empat mitra yang terlibat dalam pengembangan koperasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Wonosobo, Achmad Fathoni menyebut, Wonosobo Expo 2026 diikuti 130 stan dari berbagai unsur, termasuk koperasi desa, UMKM, hingga pelaku usaha dari dalam dan luar daerah.

Dari jumlah tersebut, 26 stan difasilitasi khusus untuk pelaku UKM dan koperasi lokal. (*)