Wonosobo Hebat
Ramai Transaksi di Pasar Wonolelo Wonosobo, Sapi Limusin Primadona Harga Tembus Rp 24 Juta
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Deretan truk dan mobil pikap memadati halaman depan Pasar Hewan Wonolelo, Wonosobo pada Minggu (24/5/2026).
Sebagian kendaraan datang membawa sapi dan kambing dari peternak, sebagian lain keluar pasar dengan ternak yang baru saja dibeli.
Keramaian itu sudah terlihat sejak pagi. Hari pasaran Manis yang memang dikenal sebagai jadwal bukanya Pasar Wonolelo, kali ini bertepatan dengan meningkatnya perburuan hewan kurban menjelang Iduladha 2026.
Baca juga: Dispaperkan Wonosobo: Harga Sapi Kurban Melonjak di Pasar Hewan Wonolelo
Di dalam area pasar, sapi, kambing, dan domba memenuhi hampir setiap sudut. Hewan-hewan ternak diikat berjajar agar tidak lepas. Suara riuh ternak saling bersahutan.
Suara tawar-menawar pun terdengar bersahutan dari lapak ke lapak.
Beberapa pembeli tampak memeriksa kondisi sapi secara detail, mulai dari postur tubuh, gigi, hingga bagian tanduk sebelum menyepakati harga.
Tak sedikit pula pembeli yang langsung menaikkan ternaknya ke bak pickup setelah transaksi selesai.
Salah satu peternak sapi asal Leksono, Kholil, mengatakan harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan dibanding musim Iduladha sebelumnya.
Ia menyebut sapi jenis limusin menjadi yang paling banyak dicari pembeli.
“Sekarang ya naik,” kata Kholil kepada tribunjateng.com saat ditemui di Pasar Hewan Wonolelo.
Ia menjelaskan, sapi limusin usia lebih dari dua tahun kini dijual sekitar Rp24 juta per ekor.
Harga tersebut naik dibanding tahun lalu yang masih berada di kisaran Rp20 juta.
Menurut Kholil, tingginya minat masyarakat terhadap sapi limusin dipengaruhi tampilan fisik dan kualitas dagingnya.
“Banyak yang suka kalau limusin ini,” ujarnya.
Kholil menjelaskan harga sapi tidak bisa dipatok sama rata karena dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari bobot, ukuran tubuh, hingga jenis indukan sapi.
“Kalau sapi ya, dilihat per ekornya berapa, beda-beda harganya tergantung sapi itunya, badannya, bobotnya, jenisnya dan lain-lain,” jelasnya.
Pada pasaran kali ini, ia hanya membawa dua ekor sapi ke pasar. Sementara ternak lainnya masih dipelihara di rumah.
“Sekarang hanya bawa dua ekor saja. Lebihnya di rumah. Pasar Wonolelo kan pasarannya hari Manis,” katanya.
Meski hanya membawa sedikit ternak ke pasar, penjualan sapi milik Kholil menjelang Iduladha tahun ini tergolong tinggi.
Ia mengaku sudah menjual sekitar 30 ekor sapi kepada pembeli dari berbagai daerah.
“Sudah 30-an. Pembeli ada dari Bandung, Purbalingga, hingga Tasikmalaya," lanjutnya.
Selain mengandalkan transaksi di pasar, sebagian pembeli juga datang langsung ke rumah untuk memilih sapi.
Di tengah meningkatnya aktivitas jual beli ternak, Kholil menilai kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini jauh lebih terkendali dibanding beberapa tahun lalu saat wabah sempat membuat peternak khawatir.
“Sekarang udah landai. Ya ada tapi jarang. Ngga kaya wabah beberapa tahun lalu,” katanya.
Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit, peternak rutin melakukan vaksinasi pada hewan ternak mereka.
Sementara itu, pembeli asal Kepil, Sulis, mengaku sengaja datang ke Pasar Hewan Wonolelo untuk mencari sapi kurban jenis limusin dengan harga sekitar Rp25 juta.
“Lagi cari sapi yang harga Rp25 juta,” kata Sulis.
Ia mengaku hampir setiap tahun datang ke pasar tersebut saat menjelang Iduladha, terutama ketika pasaran Manis berlangsung.
Menurutnya, membeli hewan kurban langsung di pasar memberi keleluasaan lebih dibanding membeli langsung dari peternak.
“Ya karena lebih bebas milih,” ujarnya.
Baca juga: DKPP Jepara Sterilisasi 2 Pasar Hewan di Keling dan Bangsri Jelang Hari Raya Iduladha
Sulis mengatakan dirinya mencari sapi jantan yang sehat untuk dijadikan hewan kurban. Ia juga memilih sapi limusin karena menyukai kualitas dagingnya.
“Saya cari jenis sapi yang limusin karena dagingnya warnanya lebih merah dan enak,” katanya.
Meski harga sapi tahun ini dinilai lebih mahal dibanding sebelumnya, tingginya minat masyarakat membuat aktivitas transaksi di Pasar Hewan Wonolelo tetap ramai menjelang Iduladha 2026. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260524_-jual-beli-hewan-kurban-di-Pasar-Hewan-Wonolelo-Wonosobo_1.jpg)