Wonosobo Hebat

Pemkab Wonosobo Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik saat Kurban

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
DAGING KURBAN - Ilustrasi proses pemilahan daging kurban di Masjid Al Manshur, Kauman Wonosobo, Senin (17/6/2024). Iduladha 2026, Pemkab Wonosobo mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat pelaksanaan kurban. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Hari Raya Iduladha 2026 tanpa sampah plastik melalui gerakan peduli lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. 

Ajakan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Bupati Wonosobo Nomor 600.4.15/1115/2026 tentang Pelaksanaan Hari Raya Iduladha 2026 Tanpa Sampah Plastik.

Melalui surat edaran tersebut, masyarakat, panitia kurban, dan pengurus tempat ibadah diimbau untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam seluruh rangkaian pelaksanaan Iduladha, khususnya saat pembagian daging kurban. 

Baca juga: 11 Petugas Kesehatan Hewan Disiagakan Dispaperkan Wonosobo untuk Pantau Penyembelihan Kurban

Pemkab Wonosobo Mulai Jaring Calon Siswa Sekolah Rakyat, Prioritas Miskin Ekstrem

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi timbulan sampah plastik yang selama ini meningkat saat perayaan Iduladha.

Hari Raya Iduladha bukan hanya menjadi momentum meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial melalui ibadah kurban, tetapi juga kesempatan untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan. 

Dengan semangat “Berkurban dengan Ikhlas, Menjaga Lingkungan dengan Tuntas”, masyarakat diajak bersama-sama menciptakan perayaan Iduladha yang lebih ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah mendorong penerapan lima langkah nyata Iduladha tanpa sampah plastik. 

Langkah pertama yaitu menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah terpilah di lokasi salat Iduladha dan pembagian daging kurban agar lingkungan tetap bersih dan tertata.

Langkah kedua adalah mengampanyekan gerakan Iduladha tanpa sampah plastik melalui poster, media sosial, spanduk, dan sosialisasi di lingkungan masyarakat agar pesan kepedulian lingkungan dapat tersampaikan secara luas.

Selanjutnya, masyarakat juga diajak membawa wadah sendiri saat pengambilan daging kurban.

Panitia diimbau untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan mengutamakan wadah yang dapat digunakan kembali.

Sebagai pengganti kantong plastik, masyarakat dianjurkan menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, wadah anyaman, maupun wadah pakai ulang lainnya. 

Selain lebih mudah terurai, penggunaan wadah tersebut juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan kemasan yang sulit didaur ulang serta tidak membuang sampah sembarangan. 

Pengelolaan sampah yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman selama pelaksanaan Iduladha.

Melalui gerakan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menyukseskan pelaksanaan ibadah kurban dengan tertib dan penuh kepedulian. (*)